Bisnis minuman es teh dinilai semakin menjanjikan seiring banyaknya variasi dan inovasi yang dapat dikombinasikan dengan teh untuk menghadirkan pengalaman baru bagi konsumen. Meski es teh original yang sederhana tetap memiliki banyak peminat, pengembangan menu dengan ragam kreasi unik kerap menjadi nilai tambah.
Sejumlah pelaku usaha menunjukkan bahwa variasi menjadi salah satu elemen penting dalam bisnis es teh. Mulai dari racikan tradisional, eksplorasi teh dari berbagai kebun, hingga inovasi teh fermentasi, memperlihatkan bahwa teh menawarkan ruang kreasi yang luas.
Racikan otentik ala Kedai Es Teh Jaya Abadi
Di Kota Bogor, Kedai Es Teh Jaya Abadi menarik perhatian dengan tawaran teh berkualitas bercita rasa otentik khas Jawa. Kedai ini didirikan Tegoeh Winandar, seorang dokter spesialis bedah, pada April 2022.
Di kedai tersebut, konsumen dapat menikmati teh dengan harga mulai Rp 5.000 dalam suasana estetik bergaya jadul. Tegoeh menyebut ia meracik sendiri campuran teh dengan takaran khusus.
“Ada takaran untuk daun, bunga, dan batang teh yang dipadukan. Itulah sebabnya teh di Kedai Jaya Abadi memiliki rasa otentik dan ciri khas tersendiri,” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (25/4/2024).
Menurut Tegoeh, setiap jenis teh memerlukan cara eksekusi berbeda agar cita rasanya lebih keluar. Untuk teh Jawa, misalnya, teh biasanya digodok lalu didiamkan selama beberapa saat.
“Jadi setelah digodok sampai benar-benar panas, teh-nya didiamkan dulu selama beberapa saat. Walaupun begitu, di sini tidak pernah menjual teh yang over night, jadi kalau sudah lebih dari 24 jam tehnya pasti kami take out. Alhamdulillah-nya kurang dari 6 jam biasanya sudah habis,” kata pria berusia 30 tahun itu.
Saat ini, Kedai Es Teh Jaya Abadi mulai mengembangkan variasi baru berupa teh rempah, seperti bunga telang, sedap malam, serta teh rempah Arab dengan rasa lebih “spicy”. Selain menyajikan teh siap minum, kedai ini juga menjual teh pouch untuk diseduh di rumah.
Teh pouch produksinya disebut berisi campuran bunga lawang, black tea, dan kayu manis. Tegoeh memastikan racikan tersebut dibuat dengan formula khusus sehingga menghasilkan rasa yang berbeda.
Pasarteh: eksplorasi teh dari berbagai kebun
Variasi lain datang dari Pasarteh yang didirikan Gitta A. Badruddin. Pasarteh berfokus pada edukasi dan eksplorasi teh berkualitas dari berbagai kebun di Indonesia. Produk yang ditawarkan tidak terbatas pada teh biasa, melainkan mencakup beragam varian seperti black tea, green tea, oolong, hingga teh dengan racikan dried flowers dan dried fruits.
“Akhirnya kita berinisiatif untuk membuka Pasarteh. Seperti namanya, pasar jadi tempat yang bisa mendapatkan teh-teh dari berbagai macam kebun di Indonesia. Sudah kami kurasi yang bagus, bisa dijual lagi ataupun dipakai untuk racikan,” kata Gitta kepada Kompas.com, Kamis (17/11/2022).
Untuk meningkatkan daya tarik teh di tengah dominasi kopi, Gitta mengadakan kelas edukasi dan memperkenalkan tea blend. Pasarteh yang sebelumnya melayani konsumen business-to-business (B2B) seperti kafe dan hotel, kini juga menjangkau konsumen individu.
“Dulu fokus orang banyaknya di kopi, teh itu dulu tidak ada nilai tambahnya. Kami menyiasatinya dengan kelas-kelas edukasi bahwa teh itu menyenangkan dan bisa asyik,” ujarnya.
Gitta menilai bisnis teh dapat dimulai dengan modal yang menyesuaikan anggaran dan target pasar. Ia juga menekankan kemudahan mencoba sampel serta ragam varian sebagai peluang bagi pelaku usaha untuk berkreasi.
“Berapa modalnya untuk usaha teh bebas tergantung budget, bisa disesuaikan dengan target pasarnya masing-masing,” kata Gitta.
Kombucha Aventurine ID: inovasi teh fermentasi
Inovasi dalam bisnis teh juga terlihat dari Aventurine ID Healthy Fermented Tea yang didirikan Michael Brian Lawadi. Usaha ini memproduksi kombucha, teh fermentasi berprobiotik yang dikenal memiliki manfaat kesehatan, termasuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu metabolisme.
“Pada saat awal Covid-19 tahun 2020 itu terjadi, tercetus keinginan untuk bisa berbagi kepada sekitar untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Apalagi semenjak Covid-19 itu banyak sekali peminatnya kan di mana banyak orang cari vitamin dan minuman herbal,” kata Michael kepada Kompas.com, Senin (10/4/2023).
Michael memulai produksi dengan modal kurang dari Rp 5 juta. Ia memproduksi sekitar 200–300 liter kombucha per bulan, yang dijual dalam berbagai ukuran dengan harga mulai Rp 15.000 hingga Rp 125.000.
Produk kombucha tersebut kini telah mengantongi izin BPOM, yang disebut dapat meningkatkan kepercayaan konsumen. Michael juga menyatakan optimistis kombucha bisa menjadi alternatif minuman sehat yang diminati masyarakat.
Dalam pemasaran, ia memanfaatkan jejaring terdekat dan media sosial, serta memperluas pasar melalui komunitas dan pelatihan. “Strategi penjualannya sendiri saya mulai dari yang terdekat seperti ke keluarga dan teman, kemudian kita manfaatkan juga sosial media ya lewat Instagram dan WhatsApp,” ujarnya.
Beragam pendekatan dari pelaku usaha tersebut menunjukkan bahwa inovasi dan variasi menjadi faktor penting untuk memperkuat daya tarik minuman berbasis teh, baik dari sisi rasa, pengalaman, maupun segmentasi pasar.

