BERITA TERKINI
Tren “Stop the Wedding!” Viral di TikTok dan Instagram, Angkat Pesan tentang Hubungan Tidak Sehat

Tren “Stop the Wedding!” Viral di TikTok dan Instagram, Angkat Pesan tentang Hubungan Tidak Sehat

Tren “Stop the Wedding!” tengah ramai di media sosial TikTok dan Instagram. Tren ini banyak menggunakan lagu berjudul sama yang dibawakan penyanyi Ashe sebagai latar suara.

Viralnya tren tersebut dipicu oleh unggahan para pengguna yang membagikan cerita tentang hubungan yang dinilai tidak sehat untuk dibawa ke jenjang pernikahan. Lagu “Stop the Wedding!” dianggap sejalan dengan pesan tersebut, sehingga kerap dipilih sebagai backsound.

Konten “Stop the Wedding!” pada dasarnya bukan ajakan untuk melarang seseorang menikah. Tren ini lebih menekankan pengingat—terutama bagi perempuan—agar menghentikan hubungan yang tidak baik sebelum melangkah lebih jauh.

Dalam berbagai unggahan, hubungan yang sejak awal sudah tidak sehat digambarkan dapat menjadi sumber tekanan. Sejumlah tanda yang kerap disebut antara lain perselingkuhan, kebohongan, hilangnya kepercayaan, mengabaikan tugas rumah tangga, tidak mendukung hobi pasangan, hingga mengabaikan kebutuhan emosional dalam hubungan.

Secara tidak langsung, tren ini juga dipandang sebagai bentuk dukungan dan penguatan agar seseorang berani mengambil keputusan terbaik demi kebaikan diri, termasuk mengakhiri hubungan yang merugikan sebelum memasuki tahap yang lebih serius.

Popularitas tren “Stop the Wedding!” turut meningkat setelah beberapa kreator perempuan, seperti Tasya Farasya dan Yasmin Napper, membuat konten menggunakan lagu tersebut sebagai bentuk dukungan agar terhindar dari hubungan tidak sehat dan berani menentukan pilihan demi kebahagiaan diri.

Di balik lagu yang digunakan dalam tren ini, “Stop the Wedding!” disebut terinspirasi dari pengalaman pribadi Ashe. Ia pernah mengalami kegagalan dalam pernikahan pertamanya, lalu membandingkannya dengan hubungan yang dijalani saat ini yang dinilai lebih sehat.

Makna lagu tersebut menggambarkan seseorang yang menyadari adanya tanda bahaya dalam hubungan menjelang pernikahan, sehingga perlu mengambil keputusan setelah merasa ada sesuatu yang tidak benar. Melalui lagu ini, Ashe juga menyampaikan pesan bahwa seseorang tidak harus bertahan dalam hubungan yang tidak diinginkan hanya karena sudah terlanjur dijalani, melainkan bisa mempertimbangkan kembali keputusan sebelum melangkah ke tahap yang lebih serius.

Seiring ramainya tren di media sosial, lagu “Stop the Wedding!” dilaporkan meraih 135 juta kali pendengar di Spotify dan telah digunakan dalam sekitar 1,6 juta video di TikTok.