BERITA TERKINI
Tren Pencarian Video Viral 7 Menit Naik, Pakar Keamanan Siber Peringatkan Bahaya Phishing dari Link Pendek

Tren Pencarian Video Viral 7 Menit Naik, Pakar Keamanan Siber Peringatkan Bahaya Phishing dari Link Pendek

Gelombang pencarian video viral berdurasi tujuh menit kembali ramai di media sosial, dipicu narasi kontroversial yang memancing rasa penasaran warganet. Di tengah tingginya interaksi dan penyebaran tautan, pakar keamanan siber mengingatkan adanya ancaman kejahatan digital yang kerap menumpang pada momen viral semacam ini.

Peringatan terutama ditujukan pada tautan atau link pendek yang banyak beredar di berbagai platform. Menurut pakar, fenomena “klik link baru” tidak semata berkaitan dengan konten video, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk bagi praktik penipuan digital yang dirancang secara rapi dan manipulatif.

Modus yang sering digunakan adalah memanfaatkan layanan penyingkat URL seperti bit.ly, tinyurl, atau tautan anonim lainnya untuk menyamarkan alamat tujuan sebenarnya. Saat tautan diklik, pengguna dapat diarahkan ke halaman phishing yang tampilannya menyerupai laman login media sosial, bahkan situs perbankan. Di tahap inilah data pribadi berisiko dicuri.

Berdasarkan pantauan tren digital, terdapat tiga risiko utama yang mengintai ketika pengguna mengejar tautan video viral. Pertama, pencurian identitas melalui perekaman setiap ketikan username dan password yang dimasukkan pada halaman palsu. Kedua, injeksi malware, yakni tautan yang dirancang untuk memicu pengunduhan skrip berbahaya secara otomatis sehingga dapat memata-matai aktivitas ponsel atau komputer. Ketiga, penipuan berlangganan, di mana klik tautan dapat mendaftarkan nomor ponsel ke layanan konten berbayar yang menyedot pulsa secara berkala tanpa disadari.

Pakar menilai konten berdurasi tujuh menit dapat cepat menyebar karena algoritma media sosial seperti X dan TikTok cenderung mengangkat topik dengan interaksi tinggi dalam waktu singkat. Narasi sensasional, seperti yang dikaitkan dengan tema “Ibu Tiri vs Anak Tiri”, disebut kerap dimanfaatkan karena mendorong orang berkomentar dan membagikan ulang, sehingga tautan berbahaya menjangkau audiens lebih luas.

Untuk mengurangi risiko, pengguna disarankan mengabaikan tautan anonim, terutama yang berasal dari akun tidak dikenal atau akun bot di kolom komentar. Selain itu, pengguna dapat memeriksa tujuan asli link pendek dengan memanfaatkan layanan pembuka URL (URL expander) sebelum mengaksesnya.

Kehebohan pencarian video viral ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital, khususnya kehati-hatian saat berinteraksi dengan tautan yang beredar luas di media sosial.