BERITA TERKINI
Inovasi rasa diprediksi jadi penentu tren snack 2026, pelaku usaha diminta adaptif

Inovasi rasa diprediksi jadi penentu tren snack 2026, pelaku usaha diminta adaptif

Jakarta—Industri camilan di Indonesia diperkirakan mengalami perubahan besar pada 2026. Snack tidak lagi diposisikan semata sebagai pengganjal lapar, melainkan bagian dari gaya hidup modern yang menekankan pengalaman konsumsi, tampilan, serta keberanian dalam menghadirkan inovasi rasa.

PT Magfood Inovasi Pangan menilai, kemampuan pelaku usaha—terutama UMKM kuliner—untuk beradaptasi dengan selera pasar yang cepat berubah akan menjadi kunci. Perubahan preferensi ini disebut banyak dipengaruhi generasi muda yang gemar mencoba hal baru.

CEO dan Founder PT Magfood Inovasi Pangan Yanti Melianty Isa mengatakan diversifikasi rasa menjadi strategi penting untuk menarik minat konsumen. Menurutnya, konsumen kini cenderung tidak puas dengan pilihan rasa yang monoton.

“Di tahun 2026, tantangan bagi pelaku usaha bukan hanya menciptakan produk yang enak, tapi bagaimana produk tersebut memiliki karakter yang unik. Strategi menghadirkan banyak varian rasa terbukti efektif meningkatkan daya tarik dan mendorong pembelian berulang (repeat order),” ujar Yanti dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Sejumlah produk lokal diperkirakan tetap diminati, namun dengan sentuhan inovasi yang lebih premium. Di antaranya basreng dan makaroni yang dikembangkan dengan tekstur lebih renyah dan varian rasa seperti seaweed serta spicy cheese. Selain itu, baby crab dan kulit ayam crispy dinilai berpeluang terus menjadi primadona di media sosial, terutama dengan bumbu salted egg dan perpaduan rasa global.

Tren lain yang disebut menguat adalah fruit dan veggie chips yang mengubah keripik tradisional—seperti singkong atau jamur—melalui tambahan rasa seperti truffle dan honey butter.

Yanti juga menyoroti potensi fusion snack, yakni perpaduan rasa lokal dengan cita rasa internasional. Contohnya, rendang yang dipadukan dengan Korean spicy atau Japanese teriyaki. Menurutnya, kombinasi semacam ini berpotensi menarik konsumen yang gemar mengeksplorasi rasa-rasa unik.

Untuk mendukung kesiapan UMKM menghadapi tren tersebut, PT Magfood Inovasi Pangan menyelenggarakan pelatihan rutin setiap bulan. Program ini mencakup aspek teknis, mulai dari pengembangan produk hingga strategi pemasaran digital, agar produk lokal dinilai mampu bersaing di pasar global.

“Kami tidak hanya menyediakan bumbu tabur berkualitas, tetapi juga membuka layanan custom rasa. Ini memungkinkan setiap brand memiliki ciri khas rasa yang tidak ditemukan pada kompetitor lain,” kata Yanti.

Dengan kombinasi inovasi produk, kemasan yang menarik, serta pemanfaatan tren challenge di media sosial, bisnis snack pada 2026 diyakini berpeluang menjadi salah satu sektor yang menjanjikan dalam industri kuliner di Indonesia.