Bisnis kuliner merupakan usaha yang berfokus pada makanan, mulai dari proses produksi hingga penjualan dan distribusi kepada konsumen. Di Indonesia, sektor ini terus berkembang. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada 2020 terdapat 11.223 usaha kuliner yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, restoran dan rumah makan mendominasi dengan kontribusi 71,65 persen. DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi dengan jumlah usaha kuliner terbanyak, yakni 5.159 usaha pada 2020.
Perkembangan tren turut membentuk arah bisnis kuliner. Salah satu yang mengemuka adalah kembalinya minat terhadap makanan Indonesia, baik tradisional maupun kreasi fusion dengan kuliner Asia lainnya atau barat, yang banyak disukai Generasi Z dan Milenial. Di sisi lain, usaha cake and bakery serta perkopian juga kian menjamur. Bisnis cake and bakery, misalnya, dapat dimulai dari dapur sendiri dengan bahan yang relatif mudah diperoleh seperti tepung terigu, telur, gula, margarin, baking powder, dan ragi. Sementara itu, bisnis kopi atau kafe menawarkan beragam varian minuman kopi beserta makanan ringan, seiring kopi yang menjadi salah satu komoditas yang banyak dikonsumsi di dunia.
Dalam memulai bisnis kuliner, sejumlah persiapan kerap dibutuhkan. Di antaranya memilih konsep dan menu sesuai minat serta keahlian, disertai analisis tren dan selera pasar; menyusun rencana bisnis dan anggaran yang merinci kebutuhan peralatan, bahan baku, hingga sewa tempat; menentukan lokasi yang strategis; membangun branding dan pemasaran, termasuk melalui media sosial dan situs resmi; melakukan soft launching untuk uji coba produk; serta menggelar grand opening untuk menarik perhatian konsumen.
Selain persiapan teknis, wawasan awal juga dinilai penting agar bisnis dapat berjalan lebih lancar, salah satunya melalui studi di bidang jasa makanan. Sejumlah universitas telah membuka program sarjana terapan untuk bidang ini, termasuk Universitas Djuanda (UNIDA) di Bogor.
Sarjana terapan dikenal sebagai program Diploma 4 (D4), yakni pendidikan tinggi yang berorientasi pada penerapan ilmu dengan tujuan menyiapkan lulusan berkompetensi mumpuni. Dibanding program Strata 1 (S1), komposisi perkuliahan D4 lebih menekankan praktik. Lulusan sarjana terapan bisnis jasa makanan diharapkan menguasai prinsip dan sistem industri bisnis serta memiliki kompetensi kewirausahaan pangan dan kuliner, baik secara umum, kelompok khusus, nusantara, maupun internasional, dengan standar aman, bergizi, dan halal.
Sekolah Vokasi Universitas Djuanda kini resmi membuka Program Studi Sarjana Terapan (D4) Bisnis Jasa Makanan. Pembukaan program studi tersebut merujuk pada Surat Keputusan Nomor 277/D/OT/2023 yang diserahkan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat-Banten, Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T., IPU, pada Jumat, 10 November 2023 di Gedung LLDIKTI Wilayah IV, Bandung. Setelah SK diterima, program studi ini dinyatakan dapat menerima mahasiswa baru pada tahun akademik 2024/2025.
Program studi tersebut didukung dosen dan instruktur chef berpengalaman serta mitra kerja sama, antara lain restoran, katering, hotel, dan produsen produk pangan, sebagai bekal pembelajaran dan magang mahasiswa sebelum terjun ke bisnis kuliner.
Peresmian program studi dilakukan melalui kegiatan Happy Cooking Family yang bekerja sama dengan Aliansi Kuliner (Kul-Ind). Rangkaian kegiatan meliputi demo masak pastry berupa cookies dan donat berbahan dasar sorgum dan rempah, serta lomba menghias topping pastry. Kegiatan ini juga menghadirkan bazar dari UMK Bogor dan dihadiri Tim Kul-Ind, perwakilan UMKM Ciawi, perwakilan Asosiasi Sorgum Indonesia, serta perwakilan sponsor utama dari PT Jaya Fermex.
Sejumlah mata kuliah unggulan yang ditawarkan antara lain Manajemen Keuangan dan Pemasaran Bisnis, Operasional Kopi, Rempah, dan Produk Minuman Lain, Operasional Coklat dan Convectionary, Keamanan Pangan, Sistem Jaminan Halal, Operasional Patiseri, Manajemen Industri Jasa Boga, Pengemasan Pangan, serta Sensory Pangan. Calon mahasiswa juga disebut akan didukung sertifikasi kompetensi, seperti Sertifikasi Kompetensi Keamanan Pangan, Penjamah Makanan, Food Sensory Analyst, dan sertifikasi lainnya.
Adapun profil lulusan program ini bergelar S.Tr.Bns. Selain diarahkan menjadi pebisnis, lulusan juga dapat berkarier di bidang industri kuliner lain seperti Assistant Executive Chef, Food and Beverage Executive Manager, konsultan restoran dan rumah makan, serta instruktur SMK Tata Boga.
Bagi calon mahasiswa yang berminat, pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi Universitas Djuanda di https://unida.ac.id/pmb/.

