Cold-pressed juice kian populer dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari tren gaya hidup sehat, terutama di kalangan masyarakat urban. Minuman berlabel “fresh pressed” atau “cold-pressed” kini mudah ditemukan, mulai dari kafe hingga supermarket, dan sering dipilih oleh mereka yang ingin menjaga kesehatan sekaligus tetap bugar.
Lalu, apa yang membedakan cold-pressed juice dari jus biasa yang dibuat dengan blender? Berdasarkan penelitian dalam Journal of Food Science and Technology (2020), cold-pressed juice diproses menggunakan tekanan tinggi tanpa panas melalui metode high pressure processing (HPP). Proses tanpa pemanasan ini disebut dapat membantu menjaga kandungan vitamin C, enzim, dan antioksidan lebih baik dibandingkan jus yang dipasteurisasi dengan pemanasan.
Temuan lain dari Harvard T.H. Chan School of Public Health (2022) mencatat bahwa metode tekanan dingin dapat mempertahankan hingga 90% kadar fitonutrien alami, termasuk polifenol dan flavonoid. Senyawa-senyawa tersebut dikenal berperan dalam membantu melawan radikal bebas. Meski demikian, para ahli gizi mengingatkan bahwa cold-pressed juice bukanlah “obat ajaib” untuk kesehatan.
Dr. Sarah Brewer, pakar nutrisi dari University of Cambridge, menjelaskan bahwa meskipun lebih kaya nutrisi, cold-pressed juice tetap mengandung gula alami yang cukup tinggi. Karena itu, konsumsi disarankan dibatasi maksimal 250 ml per hari, terutama bagi penderita diabetes atau mereka yang sedang menurunkan berat badan.
Bagi konsumen yang ingin menjadikan cold-pressed juice sebagai pelengkap pola hidup sehat, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pilih produk yang 100% berbahan buah atau sayur tanpa tambahan gula. Kedua, periksa tanggal produksi dan idealnya dikonsumsi dalam tiga hari. Ketiga, konsumsi jus ini sebaiknya tetap dikombinasikan dengan pola makan seimbang dan tidak dijadikan pengganti makanan utama.
Tren cold-pressed juice mencerminkan perubahan gaya hidup modern yang semakin sadar kesehatan. Dengan pemahaman yang tepat, minuman ini dapat menjadi pelengkap untuk menjaga energi dan kebugaran, tanpa mengabaikan batas konsumsi yang dianjurkan.

