Tren unik bernama “Butter Runs” belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Intinya, para pelari mencoba mengubah krim kental menjadi mentega dengan cara membawanya saat berlari, memanfaatkan guncangan dan pergerakan selama aktivitas berlangsung.
Eksperimen ini cepat menarik perhatian warganet. Salah satu video yang dibagikan oleh Libby disebut telah ditonton lebih dari 11 juta kali di Instagram. Popularitas tersebut mendorong semakin banyak pelari untuk ikut mencoba, termasuk dengan berbagai variasi.
Sebelumnya, komunitas pelari memang pernah melakukan eksperimen serupa, seperti membuat es krim cokelat atau lemon beku saat berlari. Namun, Libby dan Jacob mengaku belum pernah melihat ada orang yang mencoba membuat mentega dengan cara yang sama.
Seiring viralnya video pertama, tren “Butter Runs” berkembang. Ada pelari yang bereksperimen membuat mentega madu dengan campuran sirup jagung ketika berlari. Pelari lain mendokumentasikan proses pembuatan mentega di tengah badai salju. Meski terlihat sederhana, hasil perubahan krim menjadi mentega dipengaruhi oleh suhu.
Dalam penjelasan yang beredar, kondisi yang sedikit hangat dinilai lebih ideal. Krim yang terlalu dingin cenderung lebih sulit berubah menjadi mentega karena pergerakan molekulnya lebih lambat. Sebaliknya, jika suhu terlalu panas, krim justru dapat tetap cair. Bahkan, apabila es ditambahkan ke dalam kantong, hasilnya berpotensi berubah menjadi es krim.
Libby menyebut jarak lari sekitar delapan hingga 10 kilometer sebagai rentang yang paling ideal untuk mengubah krim menjadi mentega. Tren ini juga memancing minat warganet; sebagian mengaku menjadi lebih tertarik mulai berlari karena ide kreatif tersebut.

