BERITA TERKINI
Tren “Bapmericano” Viral di Korea Selatan, Nasi Putih Disiram Es Americano

Tren “Bapmericano” Viral di Korea Selatan, Nasi Putih Disiram Es Americano

Tren kuliner tak biasa tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Menu yang dijuluki “Bapmericano” ini memadukan nasi putih hangat dengan es kopi Americano dingin. Awalnya, kombinasi tersebut disebut muncul dari keisengan membuat konten sekaligus cara praktis agar tetap kenyang, namun belakangan mulai diikuti dan menjadi tren di kalangan Gen Z di Korea Selatan.

Americano dikenal sebagai minuman kopi dengan karakter pahit dan sedikit asam, kerap dipilih untuk membantu menjaga energi saat bekerja atau belajar. Sementara itu, nasi merupakan makanan pokok yang umum dikonsumsi di banyak negara Asia karena dapat memberi rasa kenyang lebih lama. Perpaduan minuman dingin berasa pahit dengan nasi hangat terdengar janggal, tetapi justru memancing rasa penasaran anak muda yang gemar mencoba hal baru.

Tren ini disebut viral setelah seorang pengguna media sosial Korea membagikan video resep makanan favoritnya ketika mengantuk dan tidak nafsu makan. Dalam video tersebut terlihat semangkuk nasi yang diberi butiran es batu, kemudian dituangi segelas Americano dan diaduk hingga tercampur rata. Video itu dilaporkan ditonton lebih dari 9 juta kali dan memicu warganet untuk ikut mencoba.

Meski terdengar ekstrem, konsep nasi yang disiram cairan sebenarnya bukan hal baru di Asia. Jepang memiliki ochazuke, yakni nasi yang disiram teh hijau panas. Di beberapa daerah di Filipina, ada pula kebiasaan menyantap nasi dengan kopi bubuk, terutama sebagai sarapan praktis.

Yang membedakan Bapmericano adalah sentuhan modernnya: menggunakan Americano—kopi yang lekat dengan budaya kafe global—dan disajikan dingin dengan es batu, bukan air panas. Perpaduan ini menunjukkan bagaimana praktik lama dapat berevolusi ketika bertemu kebiasaan dan selera baru.

Ke depan, tren Bapmericano bisa saja meredup dan digantikan oleh makanan viral berikutnya. Namun, kemunculannya menandai kecenderungan Gen Z yang eksploratif dan efisien dalam mencari cara makan yang sesuai kebutuhan mereka, sekaligus menjadikan makanan sebagai bagian dari ekspresi di ruang digital.