BERITA TERKINI
Tepung Hunkwe Kembali Disorot, Bahan Jadul Serbaguna untuk Aneka Kudapan

Tepung Hunkwe Kembali Disorot, Bahan Jadul Serbaguna untuk Aneka Kudapan

Tepung hunkwe kembali menjadi perbincangan publik setelah viralnya pembahasan tentang es gabus di media sosial. Bahan pangan yang lekat dengan jajanan jadul ini ramai dibahas menyusul munculnya isu keliru mengenai bahan pembuat es gabus. Padahal, tepung hunkwe sudah lama dikenal sebagai bahan yang aman dan umum digunakan dalam beragam olahan tradisional Indonesia.

Tepung hunkwe berasal dari pati kacang hijau. Dalam proses pembuatannya, sari kacang hijau diambil lalu dikeringkan hingga menjadi tepung berwarna putih dengan tekstur sangat halus. Karakter tersebut membuat tepung hunkwe dapat menghasilkan tekstur kenyal, lembut, dan cenderung transparan setelah dimasak, terutama untuk makanan penutup.

Sejak puluhan tahun lalu, tepung hunkwe menjadi bahan utama berbagai jajanan pasar dan kudapan rumahan. Selain es gabus, tepung ini kerap digunakan untuk membuat kue lapis, puding tradisional, bubur sumsum, hingga berbagai isian kue basah. Pada era 1980–1990-an, tepung hunkwe disebut hampir selalu tersedia di dapur rumah tangga karena harganya terjangkau dan mudah diolah.

Dari sisi kandungan, tepung hunkwe mengandung karbohidrat sebagai sumber energi serta protein nabati dalam jumlah kecil. Tepung ini juga tidak mengandung gluten sehingga dinilai relatif aman bagi masyarakat yang sensitif terhadap gluten. Selama diolah secara sederhana tanpa tambahan berlebihan, tepung hunkwe dapat menjadi pilihan bahan pangan yang cukup ramah untuk konsumsi sehari-hari.

Ciri khas tepung hunkwe terletak pada kemampuannya mengikat cairan dan membentuk gel saat dipanaskan. Proses memasak umumnya dilakukan dengan api sedang sambil terus diaduk hingga adonan mengental dan meletup. Jika kurang matang, teksturnya cenderung terasa tepung dan kurang elastis, sedangkan pemasakan yang terlalu lama dapat membuat adonan menjadi terlalu padat.

Meski sempat dianggap sebagai bahan pangan lawas, tepung hunkwe kini kembali dilirik seiring meningkatnya minat terhadap kuliner tradisional. Sejumlah pelaku usaha kuliner pun memadukannya dengan rasa modern seperti cokelat, kopi, matcha, hingga buah-buahan untuk menarik minat generasi muda. Inovasi ini membuat tepung hunkwe tetap relevan di tengah tren makanan kekinian.