Makanan kaki lima atau street food telah lama menjadi bagian dari budaya kuliner Indonesia. Selain mudah dijumpai dan umumnya berharga terjangkau, jajanan khas Nusantara dikenal memiliki cita rasa kaya rempah serta mencerminkan keragaman budaya dari berbagai daerah.
Keunikan tersebut kembali mendapat sorotan setelah platform panduan kuliner global Taste Atlas merilis daftar street food terbaik di Indonesia untuk tahun 2026. Pemeringkatan ini disusun berdasarkan ribuan penilaian pengguna yang telah diverifikasi, dengan tujuan memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan kuliner tradisional dari berbagai negara.
Berdasarkan data Taste Atlas per Juni 2026, sejumlah makanan kaki lima Indonesia masuk dalam 10 besar dengan rating tertinggi. Sate kambing menempati posisi pertama dengan rating 4,5. Hidangan ini berupa daging yang ditusuk dan disebut disajikan dengan sambal kacang di atasnya, sehingga menjadi salah satu favorit di berbagai kalangan.
Di peringkat berikutnya, siomay meraih rating 4,4. Makanan ini banyak ditemukan di kota-kota besar, seperti Bandung, Jawa Barat, dan Jakarta. Masih dengan rating 4,4, batagor—yang dikenal sebagai hidangan khas Bandung—juga tercatat dalam daftar teratas.
Posisi selanjutnya ditempati sate Padang dari Sumatra Barat dengan rating 4,4. Hidangan ini berupa daging yang ditusuk dan disebut disajikan bersama sambal kacang serta lontong, yang menjadi salah satu alasan kepopulerannya.
Masih dari provinsi yang sama, rendang berada di peringkat kelima dengan rating 4,3. Setelah itu, pempek asal Palembang menyusul dengan rating 4,3.
Deretan makanan berikutnya diisi bubur ayam dengan rating 4,3, sate Madura dengan rating 4,3, sate ayam dengan rating 4,2, serta nasi uduk dengan rating 4,2.
Masuknya beragam hidangan tersebut menegaskan luasnya ragam kuliner kaki lima Indonesia. Selain menjadi makanan favorit masyarakat lokal, berbagai street food Nusantara juga dinilai mampu menarik perhatian penikmat kuliner mancanegara melalui cita rasa yang autentik dan beragam.