BERITA TERKINI
Siswa SMA Unggulan Darul Hikam Pasang PJU di Desa Dawuan lewat Program Bina Desa 2026

Siswa SMA Unggulan Darul Hikam Pasang PJU di Desa Dawuan lewat Program Bina Desa 2026

KABUPATEN SUBANG — Siswa SMA Unggulan Darul Hikam melaksanakan program Bina Desa 2026 di Desa Dawuan, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menghasilkan salah satu capaian utama berupa pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah yang sebelumnya minim penerangan.

Program tersebut dikemas dalam Student Work Camp yang diikuti siswa kelas XI selama lima hari. Bina Desa 2026 dirancang sebagai pembelajaran kontekstual yang mencakup pembinaan lingkungan, pendidikan, sosial, dan rohani, serta dijalankan secara kolaboratif bersama masyarakat setempat.

Kepala SMA Unggulan Darul Hikam, Ami Rahmawati, mengatakan Student Work Camp merupakan agenda tahunan sekolah yang bertujuan membawa siswa keluar dari ruang kelas untuk berinteraksi langsung dengan realitas sosial di masyarakat. “Student Work Camp ini merupakan rutinitas tahunan SMA Unggulan Darul Hikam, di mana pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui adaptasi langsung di lingkungan desa, yang tahun ini kami laksanakan di Desa Dawuan, Ciater, Subang,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan, Kamis (22/1/2026).

Ia berharap kehadiran para siswa dapat memberi manfaat bagi warga. “Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, siswa-siswi kami bisa beradaptasi dan memberi kontribusi positif bagi warga Desa Dawuan,” tambahnya.

Pembangunan PJU menjadi program utama dalam Bina Desa 2026. Penanggung jawab kegiatan, Riki, menjelaskan tema “Lentera: Langkah Nyata Terangi Desa” ditetapkan berdasarkan hasil survei lapangan dan dialog bersama warga. “Dari hasil survei, kami melihat bahwa Kampung Dawuan belum memiliki penerangan jalan sama sekali. Dari situ kami menetapkan tema Lentera sebagai langkah nyata untuk menerangi desa, sekaligus menjadi pembeda dari program bina desa tahun sebelumnya,” katanya.

Berdasarkan musyawarah antara panitia dan warga, sebanyak enam titik PJU dipasang. Seluruh proses pembangunan melibatkan siswa secara langsung, mulai dari pekerjaan awal hingga pemasangan tiang lampu. “Peran konkret siswa terlihat sejak tahap awal, seperti membuat lubang galian berdiameter 20 sentimeter dengan kedalaman 60 sentimeter di enam titik, hingga membantu mengangkat tiang, pasir, semen, dan material lainnya ke lokasi,” ungkap Riki.

Pembangunan PJU terlaksana melalui kolaborasi sejumlah pihak. Selain LAZ Darul Hikam, mitra perusahaan yang turut berkontribusi antara lain Elzaco, PT Papros, SKM Group Property, Mayora, dan Garuda Food, baik dalam bentuk pendanaan maupun dukungan kebutuhan program. “Untuk pendanaan, kami berkolaborasi dengan beberapa sponsor, seperti Elzaco, Papros, SKM Group Property, LAZ Darul Hikam, Mayora, dan Garuda Food,” tambahnya.

Dalam pemasangan PJU, tim LAZ Darul Hikam juga terlibat mendampingi siswa, mulai dari dokumentasi hingga pengarahan teknis di lapangan. “Tim LAZ membantu kami dari proses dokumentasi pemasangan sampai mengarahkan anak-anak dalam seluruh tahapan pekerjaan,” ujar Riki.

Menurutnya, dampak pemasangan PJU langsung dirasakan warga, terutama untuk mendukung aktivitas malam hari menuju masjid dan fasilitas umum. “Dengan terpasangnya enam titik lampu ini, lingkungan menjadi lebih terang dan warga merasa lebih aman serta nyaman saat beraktivitas pada malam hari,” tuturnya.

Melalui Bina Desa 2026, siswa SMA Unggulan Darul Hikam belajar tentang kepedulian sosial sekaligus memahami pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam menghadirkan solusi bagi kebutuhan warga. Program pembangunan PJU pun direkomendasikan menjadi program unggulan Divisi Lingkungan pada kegiatan Bina Desa di tahun-tahun mendatang karena manfaatnya yang langsung dirasakan masyarakat.