Cimahi—PT PLN (Persero) UP3 Cimahi bergerak cepat menangani sejumlah gangguan kelistrikan akibat cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang terjadi pada 23–24 Januari 2026 di wilayah kerjanya. Penanganan dilakukan secara terkoordinasi untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memastikan keandalan pasokan listrik tetap terjaga.
Dampak cuaca ekstrem dilaporkan mengenai beberapa aset kelistrikan. Di Padalarang, satu tiang tegangan menengah mengalami kemiringan. Selain itu, jaringan tegangan rendah terdampak pada satu gawang, serta terdapat gangguan jaringan akibat pohon dan bambu tumbang di wilayah Lembang, Rajamandala, Cimahi Kota, dan sekitarnya.
Di sejumlah titik, tumbangnya pohon tidak berdampak langsung pada aset kelistrikan. Meski demikian, pengamanan tetap dilakukan untuk memastikan jaringan aman bagi masyarakat.
Curah hujan tinggi juga mengakibatkan banjir di wilayah Prima Cibabat dan Cimahi Selatan yang berdampak pada sejumlah gardu distribusi, termasuk gardu tembok, gardu kios, dan gardu beton. PLN melakukan pengamanan dengan memadamkan sementara gardu terdampak sebagai langkah preventif, sebelum dilakukan pengecekan dan penormalan secara bertahap setelah kondisi dinyatakan aman.
Sementara itu, tanah longsor di beberapa wilayah Padalarang dan Lembang masih dipantau meskipun tidak dilaporkan berdampak langsung pada aset utama kelistrikan.
Gangguan paling signifikan terjadi di wilayah Cililin, di mana satu tiang tegangan menengah dilaporkan patah dan mengakibatkan padamnya dua gardu distribusi. PLN menyatakan tengah menyiapkan material pengganti serta mempercepat proses perbaikan agar pasokan listrik dapat segera dipulihkan secara aman dan andal.
Selain pemantauan dan perbaikan di lapangan, PLN UP3 Cimahi juga berkolaborasi dengan perangkat desa setempat serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memperoleh pembaruan kondisi terkini. Kolaborasi ini disebut ditujukan agar penanganan gangguan tepat sasaran sekaligus mengantisipasi potensi risiko lanjutan akibat cuaca ekstrem.
Manager PLN UP3 Cimahi Aryta Wulandari mengatakan kesiapsiagaan dan sinergi menjadi kunci dalam penanganan gangguan akibat bencana alam. “PLN UP3 Cimahi bergerak cepat dengan menurunkan petugas ke lapangan serta menjalin koordinasi aktif dengan perangkat desa dan BPBD. Tujuannya agar setiap langkah penanganan berjalan aman, tepat, dan mengutamakan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
General Manager PLN UID Jawa Barat Sugeng Widodo menegaskan kolaborasi lintas pihak merupakan bagian dari komitmen PLN dalam pelayanan publik. “PLN tidak bekerja sendiri. Sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan menjadi kekuatan dalam menjaga keandalan listrik, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem. Listrik yang andal adalah bagian penting dari kemaslahatan masyarakat,” katanya.
PLN mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan akibat cuaca ekstrem dan segera melaporkan gangguan melalui aplikasi PLN Mobile agar dapat ditindaklanjuti petugas.

