BERITA TERKINI
Sinopsis Film "Novocaine" (2025): Nathan Caine, Pria yang Tak Bisa Merasa Sakit, Berusaha Menyelamatkan Kekasihnya

Sinopsis Film "Novocaine" (2025): Nathan Caine, Pria yang Tak Bisa Merasa Sakit, Berusaha Menyelamatkan Kekasihnya

Film Novocaine (2025) mengikuti kisah Nathan Caine (Jack Quaid), pria dengan kondisi langka yang membuatnya tidak dapat merasakan nyeri. Berbeda dari istilah “novocaine” yang dikenal sebagai obat bius lokal dalam dunia kedokteran gigi untuk mematikan rasa di area tertentu tanpa membuat pasien kehilangan kesadaran, Nathan justru hidup dengan tubuh yang secara alami tidak memberi sinyal sakit.

Nathan disebut menderita congenital Insensitivity to pain with anhidrosis (CIPA), kondisi yang membuatnya tidak bisa merasakan sakit maupun suhu, serta tidak dapat berkeringat. Keadaan itu membentuk kepribadiannya: ia tidak percaya diri, sangat berhati-hati, dan menjalani hari-hari dengan rutinitas ketat agar tidak mencelakai dirinya sendiri tanpa sadar.

Bekerja sebagai manajer asisten di sebuah koperasi kredit di San Diego, Nathan harus memastikan kondisinya tidak mengganggu pekerjaannya. Ia mengingat suhu kopi agar tidak membakar lidahnya, menutup ujung-ujung tajam alat tulis supaya tidak melukai diri, dan pergi ke toilet setiap tiga jam agar kandung kemihnya tidak bermasalah.

Di tengah hidup yang serba terukur itu, Nathan bertemu rekan kerjanya, Sherry Margrave (Amber Midthunder), yang menunjukkan ketertarikan romantis. Nathan sempat ragu mendekat karena kondisi yang ia miliki serta minimnya pengalaman menjalin hubungan. Namun Sherry meyakinkannya bahwa disabilitas tersebut tidak mengubah pandangannya terhadap Nathan, hingga keduanya akhirnya berpacaran.

Situasi berubah drastis ketika koperasi tempat mereka bekerja diserang sekelompok perampok bersenjata. Para pelaku membunuh kepala manajer sekaligus bos Nathan, lalu membawa Sherry sebagai sandera. Nathan yang tidak terima kekasihnya diculik langsung bertindak: ia mencuri mobil polisi untuk mengejar kendaraan para perampok dengan tujuan menyelamatkan Sherry, meski kemudian diketahui ia justru mengikuti mobil yang salah.

Dalam pencariannya, Nathan berhadapan dengan perampok lain bernama Ben Clark (Evan Hengst) di dapur sebuah restoran. Perkelahian berujung fatal ketika Nathan menembak Ben dengan pistol hingga tewas. Nathan sendiri mengalami luka berat, tetapi karena CIPA, ia tidak merasakan sakit—ia hanya merasa lelah akibat kehilangan darah.

Di sisi lain, polisi dan detektif yang menangani kasus itu mencurigai Nathan terlibat dalam perampokan. Nathan berupaya meyakinkan mereka bahwa ia tidak bersalah dan tindakannya semata-mata didorong keinginan menyelamatkan Sherry.