BERITA TERKINI
Sepuluh Merek Kuliner Indonesia Jajaki Ekspansi ke India hingga Mesir Lewat Penandatanganan MoU

Sepuluh Merek Kuliner Indonesia Jajaki Ekspansi ke India hingga Mesir Lewat Penandatanganan MoU

Sepuluh merek kuliner Indonesia menjajaki ekspansi bisnis ke lima negara melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama ini mencakup pasar India, Arab Saudi, Belanda, Malaysia, dan Mesir.

Penandatanganan sepuluh MoU tersebut disaksikan Menteri Perdagangan Budi Santoso saat pembukaan Pangan Nusa Expo 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. Menurut Budi, langkah ini menjadi upaya membawa kuliner Nusantara berkembang di pasar global.

“Penandatanganan MoU ini menjadi langkah konkret untuk membawa kuliner Nusantara menembus pasar internasional. Kita tidak hanya memperkenalkan kekayaan rasa dan pangan nusantara, tetapi juga mendorong kuliner Nusantara untuk berkembang menjadi bisnis global,” ujar Budi di Tangerang, Rabu, 14 Oktober 2026.

Sepuluh merek yang terlibat dalam kerja sama tersebut adalah Ai-CHA, Alnaim Fried Chicken, Baso Gejrot Indonesia, Cendol 18, Suwe Ora Jamu, Amanda Steamed Brownies, Sila Indonesia Artisan Tea, Sari Ratu Padang Restaurant, Coffee Bean Co, dan House of Indonesia Restaurant.

Budi menyebut pengembangan bisnis kuliner di luar negeri juga berpotensi memperluas pemasaran bahan pangan Indonesia. Ekspansi restoran Indonesia dinilai dapat membuka peluang penggunaan bahan baku dari dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan usaha di pasar internasional.

“Kita tidak hanya mengekspor barang, tetapi juga mengekspor jasa. Ketika jasa kuliner kita berkembang di luar negeri, ada peluang bagi produk-produk Indonesia untuk ikut dipasarkan,” kata Budi.

Di dalam negeri, Kementerian Perdagangan mendorong perluasan pemasaran produk UMKM pangan melalui kemitraan dengan ritel modern dan industri. Pangan Nusa Expo 2026 menjadi salah satu wadah promosi dan penjualan langsung bagi lebih dari 213 pelaku UMKM kuliner dan pangan kemasan.

Pameran yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 itu juga memfasilitasi penjajakan bisnis dengan sekitar 50 pengusaha ritel swalayan dan pusat perbelanjaan. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal S. Shofwan, menyampaikan jumlah peserta Pangan Nusa Expo tahun ini meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penyelenggaraan pameran turut menghadirkan Kafe Sunyi yang melibatkan penyandang disabilitas sebagai barista dan pengelola. Iqbal menegaskan Pangan Nusa Expo tidak hanya berfokus pada promosi produk, tetapi juga mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam kegiatan usaha.

“Pangan Nusa Expo 2026 tidak hanya menjadi wadah promosi produk pangan. Tetapi juga ruang usaha inklusif yang membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dan mengembangkan potensinya,” ujar Iqbal.

Selain itu, sejumlah merek kuliner Indonesia disebut telah mengembangkan usaha di pasar internasional. Kopi Kenangan tercatat membuka empat gerai di Taiwan, sementara Pagi Sore tengah menyelesaikan perizinan ekspansi ke Roma, Italia.

Kementerian Perdagangan juga menjalankan Program Rasa Rempah Indonesia (S’RASA) bersama Kementerian Luar Negeri dan sejumlah kementerian terkait. Dalam pelaksanaannya, perwakilan perdagangan RI membantu mencarikan mitra usaha bagi pengembangan jaringan restoran dan kuliner Nusantara di pasar internasional.

Pangan Nusa Expo 2026 menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat. Salah satu peserta, Angga, pelaku UMKM asal Tasikmalaya, membawa produk bakso instan dan wedang rempah untuk dipromosikan dalam pameran tersebut.