BERITA TERKINI
Sebelum Istilah Real Food Populer, Kuliner Ambon Ini Sejak Lama Mengandalkan Pangan Lokal

Sebelum Istilah Real Food Populer, Kuliner Ambon Ini Sejak Lama Mengandalkan Pangan Lokal

Tren “real food” kian lekat dengan gaya hidup sehat, merujuk pada kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak atau minim proses pengolahan. Namun, jauh sebelum istilah itu dikenal luas, masyarakat Maluku telah terbiasa mengandalkan bahan pangan yang dekat dengan alam dalam menu sehari-hari.

Ikan, sagu, umbi-umbian, sayuran, kelapa, hingga aneka rempah menjadi bagian dari kekayaan kuliner setempat. Bahan-bahan tersebut umumnya diolah dengan cara yang relatif sederhana dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Meski memiliki kemiripan dengan prinsip pola makan sehat yang mendorong konsumsi beragam pangan, satu jenis makanan tidak serta-merta menentukan sehat atau tidaknya pola makan seseorang. Keseimbangan, keragaman, porsi, serta kebutuhan masing-masing individu tetap menjadi faktor penting.

Bagi yang ingin mengenal kuliner lokal sekaligus mencari pilihan makanan berbahan sederhana, berikut tiga hidangan khas Ambon yang kerap mengandalkan pangan lokal.

Papeda dan ikan kuah kuning

Papeda merupakan kuliner ikonik Maluku yang dibuat dari tepung sagu, bahan pangan yang sejak lama menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di wilayah ini. Papeda biasanya disantap bersama ikan kuah kuning. Ikan seperti tongkol atau cakalang menjadi sumber protein, sementara kuahnya diracik dari rempah seperti kunyit, jahe, lengkuas, dan serai. Perpaduan papeda, ikan, dan rempah menghadirkan cita rasa khas Maluku sekaligus menunjukkan bagaimana bahan lokal diolah menjadi makanan sehari-hari.

Kohu-kohu

Kohu-kohu kerap disebut sebagai salad tradisional khas Maluku. Hidangan ini memadukan kacang panjang, tauge, dan mentimun dengan suwiran ikan asar atau ikan asap, serta parutan kelapa. Perasan jeruk nipis dan cabai memberi rasa segar dan pedas yang menjadi ciri khasnya. Sayuran menjadi komponen utama, sementara ikan dan kelapa menambah variasi bahan pangan dalam satu sajian. Jika menggunakan sayuran yang dikonsumsi mentah, kebersihan bahan dan proses penyiapannya perlu diperhatikan.

Kasbi rebus dan sambal colo-colo

Kasbi (singkong) dan keladi (talas) telah lama menjadi bagian dari pangan lokal di Ambon, dan kerap dikonsumsi sebagai sumber karbohidrat selain nasi. Kasbi atau keladi rebus biasanya disantap bersama sambal colo-colo, sambal khas Maluku yang dibuat dari cabai rawit, bawang merah, tomat, serta perasan jeruk nipis. Rasa pedas, asam, dan segar dari colo-colo berpadu dengan tekstur lembut umbi rebus, menghadirkan hidangan sederhana yang tetap kaya rasa.

Pengalaman kuliner dari dapur masyarakat Maluku menunjukkan bahwa upaya menuju pola makan yang lebih sehat tidak selalu identik dengan pilihan makanan mahal atau rasa yang hambar. Bahan pangan lokal seperti sagu, ikan, sayuran, umbi-umbian, kelapa, dan rempah telah lama menjadi bagian dari keseharian.

Pada akhirnya, kekayaan kuliner Ambon memperlihatkan bahwa makanan yang sederhana, beragam, dan berbasis bahan pangan lokal tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat tanpa meninggalkan cita rasa tradisional.