Persaingan bisnis kuliner yang kian beragam membuat pelaku usaha dituntut terus berinovasi, tanpa mengabaikan kualitas dan selera konsumen. Hal itu disampaikan Linda Yunildah, pemilik Dapur 47, saat menjadi narasumber dalam program Jaga Malam Pro 2 pada Kamis, 17 September 2026.
Dalam perbincangan tersebut, Linda menceritakan perjalanan mengembangkan Dapur 47 sekaligus berbagai upaya yang dilakukan untuk menghadirkan inovasi pada produk kuliner. Menurutnya, kreativitas menjadi bagian penting untuk menjaga minat konsumen dan memberikan pengalaman yang berbeda.
Linda menilai usaha kuliner perlu memiliki kemampuan membaca selera pasar. Perubahan tren makanan dan kebiasaan konsumen disebut menjadi tantangan yang harus diikuti melalui pengembangan menu, cara penyajian, dan peningkatan kualitas pelayanan.
“Dalam usaha kuliner, kita harus terus berinovasi. Selera konsumen terus berkembang, sehingga menu dan penyajian juga perlu mengikuti perkembangan tanpa meninggalkan kualitas,” ujar Linda.
Ia menambahkan, menjaga kualitas bahan baku menjadi perhatian penting dalam menjalankan usaha kuliner. Bahan yang baik serta proses pengolahan yang konsisten dinilai membantu menjaga cita rasa produk.
Selain kualitas produk, aspek pelayanan juga disebut berperan dalam membangun kepercayaan pelanggan. Pelayanan yang ramah dan responsif, menurut Linda, dapat memberikan pengalaman positif bagi konsumen.
Di sisi lain, pemanfaatan media sosial turut membuka peluang bagi Dapur 47 untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat. Konten berupa foto, video, maupun informasi menu dapat menjadi sarana promosi sekaligus cara mendekatkan usaha dengan konsumen.
Linda juga melihat perkembangan bisnis kuliner sebagai peluang bagi generasi muda untuk mulai berwirausaha. Ia menekankan pentingnya kreativitas, keberanian mencoba, serta kemauan belajar sebagai modal mengembangkan usaha.
“Jangan takut untuk memulai. Mulai dari kemampuan yang dimiliki, kemudian terus belajar dan melakukan evaluasi. Dari proses tersebut, usaha bisa berkembang sedikit demi sedikit,” tuturnya.
Kehadiran Dapur 47 disebut menjadi contoh usaha kuliner lokal yang berupaya mengikuti perkembangan pasar melalui inovasi. Strategi yang menekankan kreativitas produk dan pelayanan diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha sekaligus memperkuat geliat usaha lokal di Sulawesi Tenggara.