BERITA TERKINI
Sate Kambing Masuk 3 Besar Street Food Terbaik Dunia 2026 Versi TasteAtlas

Sate Kambing Masuk 3 Besar Street Food Terbaik Dunia 2026 Versi TasteAtlas

Sate kambing asal Indonesia menempati peringkat ketiga dalam daftar street food (makanan jalanan) terbaik di dunia 2026 versi platform panduan kuliner TasteAtlas. Dalam pemeringkatan yang diperbarui pada Oktober 2026, sate kambing berada di antara Kontosouvli dari Yunani di posisi kedua dan Quesabirria dari Meksiko di posisi keempat.

Berikut lima besar street food terbaik dunia 2026 versi TasteAtlas.

1. Karantika (Aljazair)
Karantika berada di peringkat pertama dengan skor 4,6. Hidangan tradisional Aljazair ini dibuat dari adonan tepung kacang arab, air, minyak, garam, merica, dan telur, lalu dipanggang. Bagian atasnya berlapis kecoklatan, sementara bagian dalamnya lembut menyerupai puding gurih. Karantika biasanya dipotong dan disajikan di dalam roti, kadang ditambah harissa atau mustard. Nama karantika dikaitkan dengan kata dalam bahasa Spanyol, calentita, yang berarti hangat, dan hidangan ini juga dikenal sebagai calienté di Maroko.

2. Kontosouvli (Yunani)
Kontosouvli menempati peringkat kedua dengan skor 4,6. Makanan ini berupa potongan besar daging yang direndam campuran rempah, kemudian ditusuk dan dipanggang perlahan menggunakan alat pemanggang berputar. Bumbu perendamnya mencakup bawang putih, oregano, thyme, rosemary, paprika, minyak zaitun, jus lemon, dan anggur merah. Kontosouvli secara tradisional disiapkan untuk perayaan Paskah, dan kini umum dijumpai di kedai makan tradisional Yunani, biasanya disajikan bersama roti pita, saus tzatziki, atau salad khas Yunani.

3. Sate kambing (Indonesia)
Sate kambing berada di posisi ketiga dengan skor 4,5. Hidangan ini menggunakan potongan daging kambing atau domba yang direndam bumbu seperti kecap manis, lengkuas, bawang merah halus, jus nanas, dan cabai. Daging ditusuk dengan bambu, lalu dibakar sebelum disajikan bersama kecap manis, saus kacang, atau sambal berbahan cabai rawit dan bawang merah. Sate kambing banyak dijumpai di Pulau Jawa.

Sate juga dikenal sebagai makanan kaki lima Indonesia dengan beragam pilihan daging, termasuk ayam dan sapi, dengan racikan bumbu yang dapat mencakup kunyit, ketumbar, bawang putih, dan kemiri. Pembakaran menggunakan arang tempurung kelapa turut memberikan aroma khas pada daging, dikutip dari Quartz.

Karakter sate berbeda menurut daerah asalnya. Sate khas Jawa umumnya disajikan dengan saus kacang bercita rasa manis yang dipadukan dengan gula aren dan kecap manis. Sementara sate padang dari Sumatera Barat menggunakan kuah kental berwarna kuning berbahan kaldu sapi dan rempah-rempah, bukan saus kacang. Sate juga kerap disantap bersama lontong atau ketupat, irisan bawang merah, dan mentimun.

4. Quesabirria (Birria tacos) (Meksiko)
Quesabirria berada di peringkat keempat dengan skor 4,5. Hidangan dari Tijuana ini memadukan birria—olahan daging berbumbu yang dimasak perlahan—dengan quesadilla berbahan tortilla dan keju. Quesabirria umumnya berisi daging sapi berbumbu birria dan keju dalam jumlah banyak, kemudian tortilla dimasak hingga keju meleleh dan permukaannya renyah. Hidangan ini biasanya disajikan bersama consomé, kuah kaldu untuk cocolan.

5. Guotie (China)
Guotie melengkapi lima besar dengan skor 4,5. Makanan asal China ini merupakan jenis pangsit jiaozi yang dimasak dengan cara digoreng sekaligus dikukus. Isiannya biasanya terdiri dari daging cincang, sawi putih, daun bawang, jahe, arak beras, dan minyak wijen. Bagian bawah pangsit digoreng hingga renyah, lalu sedikit cairan ditambahkan ke wajan yang ditutup agar bagian lainnya matang melalui pengukusan. Dalam bahasa Inggris, guotie dikenal sebagai potstickers dan kerap disajikan sebagai makanan ringan atau hidangan pembuka bersama saus cocolan.

Metodologi pemeringkatan
TasteAtlas menyebut pemeringkatan makanan mereka didasarkan pada penilaian audiens. Sistem yang digunakan dirancang untuk mengenali pengguna asli, menyaring penilaian dari bot maupun rating bernuansa nasionalisme atau patriotisme lokal, serta memberi bobot tambahan pada penilaian pengguna yang dinilai memiliki pengetahuan tentang kuliner.

Hingga Kamis (15/10/2026), TasteAtlas mencatat 98.015 penilaian, dengan 63.434 penilaian di antaranya dikenali sistem sebagai penilaian yang sah.