Sambal Bakar Indonesia menghadirkan pilihan kuliner pedas dengan cita rasa Nusantara melalui konsep restoran keluarga. Tempat makan ini menawarkan suasana yang ditujukan untuk berkumpul bersama keluarga maupun orang terdekat, sekaligus menyajikan aneka menu dengan sambal bakar sebagai ciri utama.
Salah seorang pendiri Sambal Bakar Indonesia, Benjamin Master Adhisurya, mengatakan konsep yang diusung adalah restoran keluarga dengan rasa khas Nusantara. Menurutnya, potensi pasar di berbagai wilayah mendorong perusahaan untuk membawa cita rasa Sambal Bakar ke lebih banyak daerah.
Restoran ini menyediakan tiga varian sambal bakar yang dapat dipilih sesuai tingkat kepedasan. Varian sambal bakka ditujukan untuk tingkat pedas ringan, sambal bara untuk tingkat pedas sedang dengan aroma bawang yang khas, dan sambal gajja untuk tingkat pedas tinggi bagi penyuka sensasi pedas.
Menu utama yang ditawarkan mencakup sambak (sambal bakar) ayam, sambak udang, sambak cumi asin, sambak iga bakar, sambak kulit, sambak telur barendo, sambak lele, dan sambak gurame. Sementara itu, menu pelengkap antara lain cah kangkung bakar yang ditumis lalu dibakar untuk menghadirkan aroma asap, serta aneka soto.
Untuk pilihan minuman, Sambal Bakar Indonesia menyediakan sajian dalam porsi jumbo, di antaranya es timun jumbo, es teh, dan es jeruk.
Dari sisi jaringan, Sambal Bakar Indonesia telah hadir di Jabodetabek serta sejumlah kota lain seperti Surabaya, Sidoarjo, Lampung, Bandung, dan Bali. Perusahaan juga menyebutkan rencana ekspansi ke wilayah baru, termasuk Sumatera bagian utara seperti Medan, Padang, hingga Aceh, seiring tingginya antusiasme konsumen.
Dalam operasionalnya, Sambal Bakar Indonesia menargetkan pembukaan 50 cabang baru hingga akhir 2025. Setiap cabang diperkirakan menyerap sekitar 50–60 tenaga kerja, yang disebut perusahaan dapat mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus berkontribusi pada perekonomian lokal di berbagai daerah.

