BERITA TERKINI
Rupiah Melemah ke Rp18.135 per Dolar AS, Sejumlah Bahan Pangan Berisiko Terdorong Naik

Rupiah Melemah ke Rp18.135 per Dolar AS, Sejumlah Bahan Pangan Berisiko Terdorong Naik

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Pada penutupan perdagangan Senin, 26 Oktober 2026, rupiah berada di level Rp18.135 per dolar AS, turun 55 poin atau 0,30 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Pelemahan rupiah ini dikhawatirkan berdampak pada meningkatnya biaya produksi sejumlah bahan pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat. Komoditas yang dinilai rentan terdampak antara lain tahu dan tempe yang bergantung pada kedelai impor, mie serta roti berbahan gandum, hingga ayam dan telur yang biaya produksinya sangat dipengaruhi harga pakan ternak.

Indonesia disebut masih memiliki ketergantungan tinggi pada impor bahan baku pangan. Sekitar 97 persen kebutuhan kedelai nasional dipenuhi dari luar negeri, sementara kebutuhan gandum disebut 100 persen berasal dari impor. Bahan baku pakan ternak seperti bungkil kedelai juga sebagian besar masih harus didatangkan dari luar negeri.

Dalam kondisi seperti ini, pelemahan rupiah berpotensi membuat biaya impor meningkat. Kenaikan biaya tersebut dapat menjadi beban tambahan bagi pelaku usaha dan berisiko diteruskan ke harga jual di tingkat konsumen.

Jika biaya bahan baku dan produksi terus naik, harga kebutuhan dapur diperkirakan ikut terdorong. Dampaknya dapat dirasakan langsung saat masyarakat berbelanja lauk pauk harian maupun menyiapkan sarapan keluarga.