Rasa lemas dapat tetap dirasakan lansia meski demam sudah mereda. Demam sendiri merupakan kondisi ketika suhu tubuh melebihi kisaran normal. Jika pada orang dewasa muda demam sesekali sering kali tidak terlalu mengkhawatirkan, demam pada lansia dapat menjadi pertanda masalah yang lebih serius, termasuk infeksi virus atau bakteri.
Dalam sejumlah kasus, demam pada lansia juga bisa berkaitan dengan efek samping obat, stres panas, maupun kondisi kronis seperti radang sendi dan sepsis. Setelah fase demam berlalu, kelemahan tubuh tergolong keluhan yang umum, namun pada lansia dampaknya bisa lebih berat meski mereka sudah beristirahat.
Sejumlah gejala yang kerap menyertai rasa lemas setelah demam pada lansia antara lain sakit kepala, sulit berkonsentrasi atau gangguan memori, nyeri otot atau sendi yang tidak dapat dijelaskan, sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening, serta penurunan nafsu makan.
Jika lansia mengeluh lemas setelah demam turun, keluarga atau orang di sekitarnya dapat melakukan beberapa langkah perawatan pendamping berikut.
1. Menjaga tubuh tetap terhidrasi
Demam pada lansia dapat lebih rumit dibanding pada orang yang lebih muda. Keringat berlebih, muntah, dan diare—bila terjadi—dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Karena itu, memastikan asupan cairan menjadi penting untuk membantu pemulihan dan mengurangi kelemahan setelah demam.
Minum air putih pada suhu kamar disebut sebagai cara untuk menggantikan cairan yang hilang dan membantu tubuh saat menghadapi demam virus. Selain air, teh herbal juga disebut sebagai salah satu pilihan. Sementara itu, asupan kafein dan alkohol dianjurkan untuk benar-benar dihindari.
2. Mengupayakan asupan makanan sehat
Demam pada lansia sering diikuti turunnya nafsu makan dan ketidaktertarikan pada makanan. Di sisi lain, bisa juga muncul keinginan mengonsumsi makanan seperti es krim atau makanan cepat saji. Namun, untuk membantu pemulihan dan mencegah kelemahan berlanjut, lansia dianjurkan mengutamakan makanan sehat dan mengurangi makanan kemasan.
Buah musiman dan segar yang kaya vitamin, mineral, serta antioksidan disebut dapat membantu memperkuat sistem kekebalan dan mendukung pemulihan. Konsumsi sayuran juga ditekankan karena dinilai efektif dalam meredakan efek demam pada lansia. Keluarga dapat menyesuaikan pilihan buah dan sayur dengan selera lansia, termasuk menyiapkan menu sarapan yang tidak memberatkan, seimbang nutrisinya, serta mudah dikunyah dan dicerna.
3. Tidak melewatkan obat yang diresepkan
Keluarga perlu memastikan lansia tetap mengonsumsi obat sesuai resep dan tepat waktu. Perawatan dapat menjadi lebih menantang bila lansia memiliki kondisi kronis yang perlu dipantau setiap hari. Jika anggota keluarga memiliki keterbatasan waktu, pendampingan perawat khusus dapat dipertimbangkan untuk membantu perawatan rutin dan mengingatkan jadwal minum obat.
4. Memastikan istirahat yang cukup
Saat mengalami demam virus, tubuh bekerja keras melawan infeksi sehingga memberi tekanan besar pada sistem tubuh. Karena itu, rasa lemas setelah demam virus kerap terjadi dan istirahat cukup dinilai penting untuk mempercepat pemulihan.
Jika lansia tidak ingin seharian di tempat tidur, keluarga disarankan memastikan mereka tidak melakukan aktivitas fisik yang melelahkan karena dapat memicu kenaikan suhu tubuh. Tidur nyenyak setidaknya delapan jam saat demam juga ditekankan. Pada siang hari, lansia dapat bergerak ringan, duduk santai, atau menghirup udara segar di luar rumah.
5. Menghindari rokok
Merokok disebut dapat membuat tubuh lebih cepat lelah dan mengganggu kemampuan tubuh melindungi diri dari infeksi, sehingga berpotensi memperpanjang pemulihan. Menghindari rokok setidaknya selama demam dan masa pemulihan dianjurkan.
6. Menjaga suasana hati tetap positif
Kelemahan pasca demam dinilai wajar, tetapi pada lansia kondisi ini dapat memicu rasa mudah tersinggung atau kekhawatiran berlebih terhadap kesehatan, yang dikhawatirkan menghambat pemulihan. Keluarga dianjurkan meluangkan waktu ekstra untuk menemani dan memberi dukungan emosional, termasuk mencari aktivitas sederhana yang membuat lansia merasa lebih nyaman.
Berbagai langkah di atas disebut sebagai tindakan tambahan untuk membantu memperbaiki kondisi lemas setelah demam, namun bukan pengobatan yang pasti karena respons tiap orang dapat berbeda. Jika ada keraguan atau keluhan tidak membaik, konsultasi dengan dokter dianjurkan.

