BERITA TERKINI
Purworejo Peringati Hari Disabilitas Internasional 2025, Dorong Kesehatan Jiwa dan Penguatan Perlindungan Hak Difabel

Purworejo Peringati Hari Disabilitas Internasional 2025, Dorong Kesehatan Jiwa dan Penguatan Perlindungan Hak Difabel

PURWOREJO — Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 di Kabupaten Purworejo digelar melalui rangkaian kegiatan kampanye, peluncuran panduan, hingga penguatan regulasi. Kegiatan ini diselenggarakan Pusat Rehabilitasi YAKKUM bersama Pemerintah Kabupaten Purworejo dengan tema “Mewujudkan Guyub Rukun, Kesehatan Jiwa, Kemandirian, dan Keadilan Sosial bagi Penyandang Disabilitas.”

Acara puncak dihadiri Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., Kepala Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial dr. Sudarmi, M.M., Andang Nugerahatara Sutrisno, A.STP., M.Si., Kapolres Purworejo, serta perwakilan Direktur Pusat Rehabilitasi YAKKUM. Kegiatan pada pagi hari diikuti lebih dari 300 peserta yang terdiri dari penyandang disabilitas psikososial, kader kesehatan jiwa desa, Kelompok Difabel Desa (KDD), dan organisasi penyandang disabilitas.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Dion menekankan pentingnya isu kesehatan jiwa sebagai hak yang fundamental. Ia berharap peringatan HDI dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, sekaligus memperkuat kampanye bahwa kesehatan jiwa memiliki urgensi yang setara dengan kesehatan fisik. Dion juga menyampaikan bahwa di Purworejo telah terbentuk organisasi dari tingkat kabupaten hingga desa yang turut mendukung upaya tersebut.

Kepala Bagian Komunikasi dan Informasi Pusat Rehabilitasi YAKKUM menyebut Purworejo sebagai wilayah yang membanggakan karena adanya sinergi kuat antara lembaga sosial, pemerintah daerah, dan organisasi penyandang disabilitas. Dukungan lintas pihak ini diharapkan berlanjut untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam isu kesehatan jiwa.

Momentum HDI 2025 juga dimanfaatkan untuk meluncurkan Buku Sehat Sahabat Jiwa. Panduan pemantauan komprehensif ini disusun secara kolaboratif bersama Dinas Kesehatan Purworejo, organisasi profesi, dan lintas sektor. Buku tersebut menekankan aspek preventif dan promotif, sekaligus penguatan tata laksana pelayanan kesehatan jiwa di tingkat masyarakat.

Selain kampanye, kegiatan turut menampilkan Gelar Produk UMKM Inklusi dari 16 kecamatan. Pameran ini menjadi bagian dari upaya menunjukkan kontribusi penyandang disabilitas dalam bidang ekonomi.

Rangkaian acara ditutup dengan seminar bertema “Berdaya, Setara, dan Bahagia: Membangun Ruang Aman bagi Kesehatan Jiwa dan Disabilitas.” Seminar melibatkan pemerintah daerah, akademisi, dan penyintas untuk merumuskan kebijakan yang lebih inklusif. Dalam kesempatan itu, R. Iman Ciptadi, S.Pd., M.M. menyampaikan Peraturan Bupati tentang Komite Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas yang ditujukan untuk memperkuat perlindungan serta pemenuhan hak difabel melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat.

Kemitraan antara YAKKUM, Pemkab Purworejo, puskesmas, kader kesehatan, dan KDD disebut menjadi wujud komitmen kolektif untuk menciptakan ruang publik yang ramah dan aman, sekaligus membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkembang dan berperan sebagai agen perubahan.