BERITA TERKINI
Psikolog Bagikan Cara Mengurangi Rasa Kewalahan di Tengah Rutinitas dan Arus Informasi

Psikolog Bagikan Cara Mengurangi Rasa Kewalahan di Tengah Rutinitas dan Arus Informasi

Di tengah rutinitas yang padat dan derasnya arus informasi setiap hari, banyak orang merasa kewalahan. Tekanan bisa datang dari berbagai arah, mulai dari pekerjaan, urusan rumah tangga, hingga terpaan berita global yang terus bergulir, yang pada akhirnya membuat pikiran penat dan mengganggu kesehatan mental.

Psikolog klinis sekaligus praktisi dan edukator isu kesehatan mental, Dra. Tika Bisono, MPsiT., Psikolog, menekankan pentingnya mengenali sinyal kewalahan serta mencari cara yang sehat untuk mengatasinya. Dalam pemaparannya pada Webinar Fenomena Kesepian pada Perantau: Bagaimana Mengatasinya, Sabtu (4/10/2025), ia membagikan sejumlah langkah yang bisa dilakukan dalam keseharian.

1. Membuat batasan dengan berita
Menurut Tika, konsumsi informasi yang terlalu banyak justru dapat meningkatkan stres. Ia menyarankan agar setiap orang lebih bijak mengatur paparan berita dengan menilai batas yang nyaman untuk diri sendiri.

“Tanyakan pada diri sendiri, seberapa banyak konten berita yang nyaman kamu konsumsi, dan seberapa sering. Tidak masalah untuk beristirahat sejenak dari berita, bahkan hal ini bisa bermanfaat,” ujar Tika.

Beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain mengecek berita hanya beberapa kali sehari, mematikan notifikasi di ponsel, atau berhenti mengikuti akun media sosial yang memicu kecemasan. Ia juga menyarankan untuk menghindari membaca berita tepat sebelum tidur agar tubuh memiliki waktu untuk rileks dan tidur lebih nyenyak.

2. Menggunakan latihan grounding
Ketika isu global terasa terlalu berat, teknik grounding dapat membantu menenangkan pikiran. Tika menyebut aktivitas seperti mindfulness, latihan grounding sederhana, atau berjalan-jalan di alam bisa membantu seseorang kembali ke momen saat ini dan memperoleh rasa tenang.

“Kamu bisa mencoba mindfulness, latihan grounding sederhana, atau berjalan-jalan di alam. Aktivitas ini membantu mengembalikan diri ke momen sekarang dan memberi rasa tenang,” ungkapnya.

3. Menetapkan waktu tanpa ponsel
Kebiasaan doomscrolling atau terus-menerus membaca berita buruk dapat membuat pikiran semakin penuh. Untuk mengurangi dampaknya, Tika menyarankan membuat zona atau waktu bebas ponsel.

“Misalnya, matikan notifikasi atau ubah ponsel ke mode pesawat di waktu tertentu. Kamu juga bisa menjadikan kamar tidur atau meja makan sebagai area bebas ponsel, sehingga ada waktu yang tidak terganggu oleh bunyi notifikasi,” kata Tika.

Menurutnya, membatasi penggunaan ponsel dapat memberi ruang untuk fokus pada diri sendiri maupun orang terdekat tanpa distraksi.

4. Fokus pada hal yang bisa dikendalikan dan tindakan positif
Saat menghadapi masalah besar, seseorang kerap merasa tidak berdaya. Namun, Tika menekankan bahwa tindakan kecil tetap memiliki arti penting. Dengan memusatkan perhatian pada hal-hal yang masih bisa dikendalikan, seseorang dapat tetap bergerak melalui langkah-langkah positif dalam keseharian.