Pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai investasi jangka panjang yang tidak hanya menargetkan penguatan gizi anak-anak, tetapi juga mendorong ekonomi lokal berbasis komunitas. Melalui pendekatan multipihak, program ini diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya Generasi Emas 2045.
Sosialisasi program MBG digelar di Kopikrebo, Gunung Anyar, Surabaya, Sabtu (5/7/2025), dengan tema “Bersama Mewujudkan Generasi Sehat Indonesia”. Ratusan warga dari berbagai lapisan masyarakat hadir untuk menyimak penjelasan mengenai konsep serta dampak program tersebut.
Perwakilan Komisi IX DPR RI, Indah Kurniawati, dalam sambutannya menyebut MBG sebagai langkah terobosan pemerintah untuk membangun sumber daya manusia (SDM) unggul secara sistematis dan inklusif.
“Kami tidak ingin generasi masa depan hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat secara fisik dan mental. Itulah alasan MBG ini menjadi prioritas dalam kebijakan nasional,” ujar Indah.
Sementara itu, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Alwin Supriyadi, menekankan bahwa MBG memiliki dampak berlapis, terutama dalam memperkuat ketahanan gizi nasional sekaligus membuka peluang ekonomi di tingkat akar rumput.
Alwin menjelaskan, bahan baku untuk dapur MBG yang dikenal sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan dipasok langsung dari petani, peternak, dan nelayan setempat melalui koperasi serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Skema tersebut dinilai membuat MBG tidak hanya menjadi program makan gratis, tetapi juga penggerak ekonomi desa.

