Palangka Raya—Perdagangan rempah-rempah dan bumbu dapur di pasar tradisional Kota Palangka Raya masih bertahan sebagai mata pencaharian di tengah perkembangan zaman. Berbagai jenis rempah seperti jahe, kunyit, lengkuas, serai, hingga kencur tetap banyak dicari masyarakat untuk kebutuhan memasak maupun bahan minuman herbal tradisional.
Tingginya kebutuhan tersebut membuat pedagang rempah tetap optimistis menjalankan usaha. Salah seorang pedagang, Nartiani, mengaku telah berjualan bumbu dapur selama belasan tahun. Ia menilai permintaan rempah cenderung stabil karena hampir setiap rumah tangga memerlukan bahan tersebut untuk memasak sehari-hari.
“Kalau rempah ini selalu dicari, apalagi jahe dan kunyit sering dipakai untuk masakan dan minuman,” ujar Nartiani, Sabtu, 16 Mei 2026.
Menurutnya, selain sebagai pelengkap masakan, jahe dan kunyit juga semakin diminati karena dianggap memiliki manfaat kesehatan. “Banyak pelanggan membeli rempah untuk diolah menjadi minuman hangat tradisional yang dipercaya membantu menjaga daya tahan tubuh,” katanya.
Tren konsumsi bahan alami itu turut membantu penjualan pedagang di pasar tradisional. Meski demikian, usaha penjualan rempah juga menghadapi tantangan, terutama perubahan harga yang dipengaruhi pasokan dari petani dan kondisi cuaca.
Saat musim hujan atau distribusi terganggu, harga rempah tertentu dapat naik dan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Dalam situasi seperti itu, pedagang harus menyesuaikan stok agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.
Di tengah maraknya toko modern, pasar tradisional masih menjadi pilihan masyarakat untuk membeli rempah segar. Pembeli menilai kualitas rempah di pasar lebih baik karena dapat dipilih langsung sesuai kebutuhan. Harga yang relatif terjangkau serta interaksi tawar-menawar juga menjadi daya tarik tersendiri.
Keberadaan pedagang rempah di pasar tradisional Palangka Raya dinilai berperan penting dalam menjaga ketersediaan bahan pangan lokal. Selain menjadi sumber penghasilan keluarga, aktivitas ini juga ikut melestarikan penggunaan rempah-rempah tradisional yang telah menjadi bagian dari budaya kuliner Indonesia.

