Program pemberdayaan UMKM Banyumas Naik Kelas #BisaBersamaVisa resmi menutup rangkaian kegiatannya setelah menjalani pendampingan intensif sejak Maret 2025. Inisiatif kolaboratif antara BenihBaik.com dan Visa Worldwide ini dirancang untuk memperkuat pelaku usaha daerah melalui pelatihan berkelanjutan.
Sejak diluncurkan, program tersebut menjangkau lebih dari 3.500 pelaku UMKM yang menerima pelatihan dasar seputar pengelolaan usaha. Dari jumlah itu, 170 UMKM terpilih mengikuti pendampingan mendalam selama enam bulan guna memperkuat kapasitas bisnis mereka.
Dalam pendampingan, peserta dibimbing untuk memperluas akses pasar serta menyiapkan produk agar siap menembus pasar ekspor. Dengan pendekatan tersebut, Banyumas Naik Kelas dinilai menjadi salah satu model pelatihan UMKM yang menyeluruh di wilayah tersebut.
Kabupaten Banyumas dikenal memiliki potensi besar di sektor UMKM, mulai dari kuliner lokal, kerajinan tradisional, produk herbal, hingga karya kreatif digital. Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi pelaku usaha, seperti keterbatasan permodalan, pemasaran, inovasi produk, serta adaptasi teknologi.
Program Banyumas Naik Kelas hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui pendampingan yang terstruktur, dengan tujuan meningkatkan daya saing UMKM di tingkat nasional hingga internasional.
Founder & CEO BenihBaik.com Andy F. Noya mengatakan program ini memperlihatkan semangat pelaku UMKM untuk terus belajar dan beradaptasi. “Melalui Banyumas Naik Kelas #BisaBersamaVisa, kami melihat semangat luar biasa dari para pelaku UMKM untuk belajar, beradaptasi, dan terus berkembang. Harapan kami, program ini dapat membuka jalan bagi produk-produk lokal Banyumas menembus pasar global, sekaligus memberikan inspirasi bagi daerah lain di Indonesia,” ujarnya.
Dari sisi penyelenggara, Visa menilai program ini tidak hanya memperkuat kapasitas bisnis, tetapi juga mendorong literasi keuangan digital yang dinilai semakin dibutuhkan UMKM. Pemanfaatan sistem pembayaran digital disebut dapat mendukung daya saing pelaku usaha kecil.
“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Melalui program ini, Visa berkomitmen untuk memberdayakan UMKM agar lebih siap menghadapi persaingan global, dengan memanfaatkan teknologi pembayaran digital yang cepat, aman, dan inklusif. Kami percaya, digitalisasi akan menjadi kunci bagi UMKM dalam memperluas pasar dan meningkatkan daya saing,” kata Alisha Sulisto, Head of Government Affairs, Regional Southeast Asia, Visa.
Pemerintah Kabupaten Banyumas turut mengapresiasi kontribusi program tersebut terhadap pengembangan ekonomi lokal. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyebut daerahnya memiliki lebih dari 90.000 UMKM yang menjadi penopang utama ekonomi setempat.
“Banyumas memiliki lebih dari 90.000 UMKM yang menjadi penopang utama ekonomi daerah. Kehadiran program Banyumas Naik Kelas #BisaBersamaVisa telah memberi manfaat besar, khususnya bagi para pelaku usaha yang kini lebih siap menghadapi pasar digital maupun ekspor. Kami berterima kasih kepada Visa dan BenihBaik.com atas inisiatif luar biasa ini,” ungkap Sadewo.
Acara penutupan program digelar di Java Heritage Hotel Purwokerto, dengan rangkaian kegiatan berupa talkshow, pengumuman UMKM terbaik, serta kunjungan ke showcase produk peserta. Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan peserta selama mengikuti bootcamp.
Keberhasilan program tersebut diharapkan dapat mendorong daerah lain mengadopsi model pengembangan UMKM serupa. Dengan dukungan lintas sektor, Banyumas Naik Kelas dipandang sebagai contoh kolaborasi yang membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk terus berkembang.

