BERITA TERKINI
Pola Makan Sehat Tak Selalu Mahal, Kemenkes Ajak Gen Z Manfaatkan Pangan Lokal

Pola Makan Sehat Tak Selalu Mahal, Kemenkes Ajak Gen Z Manfaatkan Pangan Lokal

CIREBON — Pola makan sehat tidak selalu identik dengan biaya tinggi. Berbagai bahan pangan lokal yang mudah ditemukan di sekitar dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan gizi sekaligus membantu menjaga pola makan sehari-hari.

Kementerian Kesehatan RI, dikutip pada 9 Juli 2026, mengajak generasi muda memanfaatkan pangan lokal sebagai bagian dari pola makan sehat melalui gerakan “Makan Dengan Makna”. Melalui gerakan tersebut, Gen Z didorong untuk lebih mengenal dan mengonsumsi ragam pangan lokal.

Kemenkes menekankan bahwa pola makan sehat tidak hanya berkaitan dengan jumlah makanan, tetapi juga keberagaman dan keseimbangan asupan. Pangan lokal seperti sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, kacang-kacangan, serta berbagai sumber protein dapat menjadi bagian dari menu harian.

Upaya meningkatkan konsumsi pangan lokal dinilai penting karena konsumsi sayur dan buah masyarakat Indonesia masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Kemenkes mencatat 96,7 persen penduduk usia lima tahun ke atas masih kurang mengonsumsi sayur dan buah.

Pangan lokal juga dinilai berpeluang lebih dekat dengan anak muda ketika diolah dan disajikan dengan cara yang menarik. Kreativitas mengolah bahan seperti umbi-umbian, misalnya, dapat membuat makanan lokal lebih mudah diterima dan menjadi bagian dari tren kuliner.

Selain memperhatikan jenis makanan, kebiasaan makan sehari-hari juga perlu dijaga. Memilih makanan yang beragam, memperbanyak sayur dan buah, serta menyesuaikan porsi disebut sebagai langkah sederhana yang dapat dilakukan tanpa harus selalu memilih bahan makanan mahal.

Pada akhirnya, makan sehat tidak semata mengikuti tren makanan tertentu. Memanfaatkan pangan yang tersedia di sekitar dengan memperhatikan keberagaman dan keseimbangan dapat menjadi pilihan sederhana untuk membangun gaya hidup yang lebih sehat.