Perwakilan MTsN 9 Bantul mengikuti rapat dan edukasi gizi yang diselenggarakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Banguntapan di Joglo Asoka, Rabu (26/08/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB itu membahas pemenuhan gizi seimbang serta penerapan pola hidup sehat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi tentang konsep Isi Piringku, prinsip gizi seimbang, serta panduan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya memenuhi kebutuhan tubuh melalui konsumsi makanan beragam dengan komposisi yang tepat.
Konsep Isi Piringku menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian. Panduan ini membantu memahami komposisi makanan dalam sekali makan dengan menyeimbangkan makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan. Melalui pendekatan yang sederhana dan mudah diterapkan, pemenuhan kebutuhan gizi diharapkan dapat menjadi kebiasaan sehari-hari.
Peserta juga memperoleh pemahaman bahwa gizi seimbang tidak hanya terkait jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi. Pola hidup sehat perlu didukung kebiasaan lain, seperti aktivitas fisik, mencukupi kebutuhan air minum, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Edukasi gizi dinilai penting untuk mendukung pembentukan kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah. Pengetahuan mengenai pilihan dan komposisi makanan diharapkan dapat membantu murid memahami bahwa makanan yang dikonsumsi sehari-hari berpengaruh terhadap kesehatan dan aktivitas belajar.
Keikutsertaan perwakilan MTsN 9 Bantul dalam kegiatan ini diharapkan menambah wawasan mengenai pemenuhan gizi yang tepat. Pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal untuk mendukung terciptanya lingkungan madrasah yang lebih sehat sekaligus memperkuat edukasi kepada murid tentang pentingnya pola makan bergizi dan seimbang.
Melalui sinergi dengan SPPG Kecamatan Banguntapan, MTsN 9 Bantul turut mendukung upaya membangun kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi dan penerapan pola hidup sehat. Edukasi ini diharapkan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi juga diwujudkan menjadi kebiasaan positif di lingkungan madrasah maupun keluarga.