BERITA TERKINI
Pertamina dan PAL Jaya Jajaki Pemanfaatan Limbah Lemak dan Minyak untuk Bahan Baku Biofuel

Pertamina dan PAL Jaya Jajaki Pemanfaatan Limbah Lemak dan Minyak untuk Bahan Baku Biofuel

PT Pertamina (Persero) bersama Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah Jaya (PAL Jaya) mulai menjajaki pemanfaatan limbah lemak sisa makanan dan minyak bekas sebagai bahan baku alternatif biofuel. Penjajakan itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua perusahaan.

Melalui kerja sama tersebut, Pertamina dan PAL Jaya akan mengkaji potensi Fat, Oil, and Grease (FOG) yang selama ini dikelola PAL Jaya. Kajian ini dilakukan untuk melihat kemungkinan FOG dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku pengembangan biofuel, termasuk Sustainable Aviation Fuel (SAF).

FOG merupakan istilah untuk lemak, minyak, dan bahan sejenis yang memerlukan pengelolaan secara tepat. Dalam konteks ini, limbah yang kerap menjadi persoalan lingkungan dinilai memiliki peluang untuk memberikan nilai tambah apabila dapat diolah dan memenuhi kebutuhan proses pengembangan energi.

Meski demikian, kerja sama ini masih berada pada tahap awal. Penandatanganan MoU belum berarti FOG langsung digunakan untuk memproduksi biofuel atau SAF. Kedua pihak masih perlu melakukan kajian untuk menilai kelayakan serta peluang pengembangannya.

Bagi Pertamina, penjajakan ini disebut menjadi bagian dari pengembangan bisnis rendah karbon dan upaya mengoptimalkan sumber daya alternatif. Salah satu pendekatan yang didorong adalah konsep waste to energy, yakni pemanfaatan limbah untuk menghasilkan energi.

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman tersebut merupakan bagian dari langkah perusahaan dalam mendorong transisi energi. “Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bagian dari inisiatif Pertamina menuju transisi energi bersih, sekaligus mendukung upaya pencapaian target emisi rendah karbon secara berkelanjutan,” ujarnya, Senin (12/10).

Kerja sama ini juga membawa pendekatan ekonomi sirkular, yang memandang limbah bukan semata akhir dari proses, melainkan sumber daya yang masih bisa dimanfaatkan. Pertamina dan PAL Jaya akan melanjutkan pengkajian untuk memahami potensi FOG sebagai bahan baku biofuel, sekaligus menjadi dasar untuk mempertimbangkan langkah kerja sama berikutnya.

Ke depan, hasil kajian akan menjadi penentu arah pengembangan inisiatif tersebut. Jika potensinya dinilai dapat dimanfaatkan, upaya ini berpeluang mempertemukan pengelolaan limbah dengan kebutuhan bahan baku energi alternatif, khususnya dalam mendukung pengembangan energi rendah karbon di Indonesia.