BERITA TERKINI
Percakapan WhatsApp Pererat Silaturrahim dan Kolaborasi Dakwah Muballigh di Batam

Percakapan WhatsApp Pererat Silaturrahim dan Kolaborasi Dakwah Muballigh di Batam

Perkembangan teknologi komunikasi membuka ruang baru bagi silaturrahim dan kolaborasi dakwah. Hal itu tercermin dari perbincangan melalui aplikasi WhatsApp antara Dr. Nursalim dan Bayu Muhsinin, muballigh muda yang berdomisili di Kota Batam.

Percakapan diawali sapaan Bayu yang menyampaikan harapan agar tulisan-tulisan keagamaan yang ia buat dapat dipublikasikan melalui media yang dikelola Dr. Nursalim. Pesan tersebut disampaikan dengan adab dan kerendahan hati, sebagai bentuk keinginan berkontribusi menyebarkan nilai-nilai Islam melalui media tulis.

Menanggapi hal itu, Dr. Nursalim merespons secara personal dengan menanyakan domisili Bayu. Komunikasi kemudian berlanjut dengan suasana akrab meski berlangsung secara daring. Bayu menjelaskan bahwa ia tinggal di Batam dan merupakan anggota Perkumpulan Muballigh Kota Batam (PMB) wilayah Lubuk Baja.

Informasi tersebut disambut positif. Dr. Nursalim menekankan pentingnya membangun komunikasi antarmuballigh dan membuka ruang pertemuan pada waktu yang memungkinkan. Ajakan untuk bertemu dan ngopi bersama disampaikan sebagai upaya mempererat silaturrahim sekaligus membuka peluang diskusi lebih luas terkait dakwah dan literasi keagamaan.

Bayu menyambut ajakan itu dengan antusias dan menyatakan kesiapan untuk bersilaturrahim secara langsung kapan pun waktu memungkinkan. Sikap tersebut mencerminkan etika dakwah yang menekankan adab, keterbukaan, serta semangat belajar di antara sesama muballigh.

Percakapan melalui WhatsApp ini menunjukkan bahwa dakwah dan silaturrahim kini tidak lagi dibatasi ruang dan waktu. Media digital dapat menjadi sarana untuk mempertemukan gagasan, memperkuat jejaring muballigh, serta mendorong lahirnya karya-karya keagamaan yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan umat.

Melalui komunikasi sederhana ini, diharapkan terbangun sinergi berkelanjutan antara muballigh, media, dan masyarakat, sekaligus memperkuat peran literasi keislaman di Kota Batam dan sekitarnya.