JAKARTA – Gaya hidup vegetarian kian populer dalam beberapa tahun terakhir, baik di Indonesia maupun di berbagai negara. Sejumlah faktor mendorong pilihan diet tanpa daging, mulai dari alasan kesehatan, kepedulian terhadap lingkungan, hingga pertimbangan etis.
Seiring meningkatnya minat tersebut, ragam makanan olahan untuk vegetarian semakin mudah ditemukan di pasaran. Produk-produk ini tidak hanya menawarkan variasi rasa dan bentuk, tetapi juga mencoba menghadirkan pengalaman makan yang menyerupai daging.
Perkembangan ini dipandang sebagai respons atas meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat dan berkelanjutan, sekaligus menjawab permintaan konsumen yang ingin mengurangi konsumsi daging tanpa kehilangan sensasi menikmati menu favorit.
Salah satu pelaku yang menghadirkan inovasi di kategori ini adalah Vege Vibes, merek kuliner asal Indonesia yang dipimpin Adrian Siaril. Vege Vibes mengembangkan produk vegan yang diklaim memiliki rasa dan tekstur mendekati daging, sehingga disebut dapat mengejutkan sebagian konsumen.
Adrian menyebut ide awal pengembangan produk muncul dari pernyataan sepupunya mengenai pentingnya konsumsi makanan yang lebih ramah lingkungan. Ia menyoroti produksi daging merah yang dinilai tidak efisien dari sisi penggunaan energi dan emisi. Sebagai penyuka daging, Adrian kemudian terdorong untuk mencari alternatif yang lebih berkelanjutan namun tetap memuaskan selera.
“Ke depannya, manusia harus lebih mengkonsumsi makanan yang ramah lingkungan. Sedangkan produksi daging merah sangat membuang banyak emisi dan energi,” kata Adrian dalam keterangannya.
Vege Vibes sebelumnya menghadirkan produk bernama Bukan Dendeng yang menawarkan rasa dan tekstur menyerupai dendeng sapi. Kini, mereka memperkenalkan Bukan Abon, yakni abon vegan dengan tekstur halus dan rasa khas yang diklaim memiliki kemiripan tinggi dengan abon daging sapi. Vege Vibes juga menyatakan berencana meluncurkan lebih banyak produk vegan yang meniru karakter daging.
Melalui pengembangan produk tersebut, Vege Vibes menyampaikan visinya untuk mendorong masyarakat bertransisi menuju gaya hidup vegan dengan lebih percaya diri, dengan menyediakan pilihan makanan berbahan dasar nabati yang diolah untuk menghadirkan sensasi mirip olahan daging.

