BERITA TERKINI
Pepaya: Kandungan Gizi, 11 Manfaat untuk Tubuh, dan Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

Pepaya: Kandungan Gizi, 11 Manfaat untuk Tubuh, dan Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

Pepaya dikenal sebagai buah tropis yang banyak digemari karena rasanya manis, segar, bertekstur lembut, dan mudah diolah. Di balik kepraktisannya, pepaya juga kerap dikonsumsi untuk mendukung kesehatan, mulai dari pencernaan hingga imunitas dan kesehatan jantung. Kandungan vitamin, mineral, enzim, serta antioksidan di dalam pepaya disebut dapat membantu tubuh melindungi diri dari radikal bebas dan menjaga fungsi organ tetap optimal.

Pepaya juga mengandung enzim alami bernama papain yang membantu memecah protein. Karena itu, pepaya sering dikaitkan dengan dukungan terhadap sistem pencernaan dan bahkan digunakan sebagai pelunak daging.

Kandungan gizi pepaya

Warna daging pepaya yang oranye hingga kemerahan menunjukkan kandungan karotenoid yang tinggi, termasuk likopen. Dalam 1 buah pepaya ukuran kecil (sekitar 152 gram), pepaya mengandung sejumlah nutrisi. Selain itu, terdapat pula kalsium, magnesium, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B5, vitamin E, dan vitamin K dalam jumlah kecil. Pepaya juga memiliki antioksidan karotenoid dan likopen yang berperan melindungi sel tubuh serta membantu mengurangi risiko penyakit degeneratif.

11 manfaat pepaya

1. Melindungi penglihatan dan kesehatan mata
Pepaya mengandung beta karoten, vitamin A, serta antioksidan seperti zeaxanthin dan lycopene yang disebut baik untuk menjaga kesehatan retina. Kandungan tersebut dikaitkan dengan upaya mengurangi risiko degenerasi makula dan rabun senja, sekaligus membantu melindungi sel-sel mata dari kerusakan akibat radikal bebas.

2. Mendukung fungsi paru-paru dan mengurangi risiko asma
Pepaya kaya antioksidan dan beta-karoten yang berperan melindungi sistem pernapasan. Kandungan serat serta vitamin di dalamnya juga disebut membantu tubuh mengontrol peradangan sehingga saluran napas dapat bekerja lebih optimal.

3. Berpotensi melindungi dari risiko kanker
Antioksidan seperti lycopene, lutein, dan zeaxanthin dalam pepaya disebut memiliki kemampuan menekan pertumbuhan sel abnormal dan membantu melindungi tubuh dari kerusakan sel yang berkaitan dengan perkembangan kanker. Vitamin C yang tinggi juga dikaitkan dengan penguatan sistem imun dan perlindungan sel.

4. Menjaga kesehatan tulang
Pepaya mengandung vitamin K yang berperan dalam menjaga kepadatan tulang dan membantu penyerapan kalsium. Pemenuhan vitamin K dikaitkan dengan penurunan risiko tulang keropos atau patah tulang, terutama pada kelompok yang rentan seperti lansia dan wanita.

5. Mengontrol gula darah
Kandungan serat pepaya disebut membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil karena penyerapan gula menjadi lebih lambat. Pepaya juga disebut memiliki jumlah karbohidrat yang rendah sehingga kerap dipilih sebagai bagian dari menu harian, termasuk untuk diet, meski rasanya manis.

6. Melancarkan sistem pencernaan
Papain dalam pepaya membantu pemecahan protein dalam sistem pencernaan. Pepaya juga kerap dikonsumsi untuk membantu meredakan sembelit dan mendukung kesehatan usus. Kandungan air yang tinggi turut membantu pergerakan usus dan mencegah masalah pencernaan.

7. Menjaga kesehatan jantung
Pepaya mengandung kalium, serat, dan antioksidan yang dikaitkan dengan kesehatan jantung serta sirkulasi darah. Kalium berperan dalam mengontrol tekanan darah dan menjaga fungsi pembuluh darah. Antioksidan seperti lycopene juga disebut membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) sehingga menurunkan risiko stroke dan penyakit jantung.

8. Menyehatkan rambut, kulit, dan wajah
Vitamin A dan vitamin C dalam pepaya disebut mendukung produksi kolagen, menjaga kelembapan, dan membantu regenerasi kulit. Manfaat ini dikaitkan dengan pengurangan kerutan dan kulit tampak lebih cerah. Pepaya juga disebut dapat membantu mengatasi jerawat dan kulit kusam, sementara vitamin A berperan menjaga kekuatan rambut dan membantu mencegah kerontokan.

9. Kaya antioksidan dan mengurangi peradangan
Pepaya mengandung antioksidan seperti lycopene, quercetin, papain, dan kaempferol yang membantu melindungi sel dari stres oksidatif. Dalam uraian manfaatnya, kandungan ini dikaitkan dengan pencegahan penuaan kulit, dukungan fungsi otak dan perlambatan penurunan kognitif pada lansia, pemeliharaan kesehatan mulut dan gusi, serta penurunan risiko diabetes, penyakit jantung, dan gangguan pencernaan.

10. Lezat dan serbaguna
Pepaya dapat dikonsumsi langsung atau diolah menjadi jus, salad, smoothie, maupun campuran makanan penutup. Beberapa cara konsumsi yang disebut antara lain mengombinasikan pepaya dengan yogurt dan kacang untuk sarapan, menambahkannya ke salad atau smoothie dingin, serta memadukannya dengan alpukat atau ayam sebagai menu diet rendah kalori.

11. Khasiat tambahan dari biji dan daun pepaya
Selain buahnya, biji pepaya disebut digunakan untuk membantu kesehatan pencernaan dan menyehatkan usus serta mencegah parasit pencernaan. Sementara itu, daun pepaya dikenal dalam perawatan tradisional dan disebut dapat membantu meningkatkan trombosit serta energi tubuh.

Efek samping makan pepaya yang perlu diperhatikan

Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi pepaya pada sebagian orang dapat menimbulkan efek samping. Beberapa hal yang disebut perlu diwaspadai antara lain:

Alergi terhadap latex. Pepaya muda mengandung latex lebih tinggi dan dapat memicu reaksi pada orang yang sensitif, seperti gatal pada mulut, bengkak, hingga iritasi pada tenggorokan dan gusi.

Memperburuk gejala asma. Enzim papain dapat memicu sesak napas pada sebagian penderita asma.

Risiko perdarahan meningkat. Pepaya dapat memperkuat efek obat pengencer darah sehingga meningkatkan risiko memar dan perdarahan, terutama bila dikonsumsi berlebihan.

Interaksi dengan obat tertentu. Pepaya disebut dapat berinteraksi dengan obat gangguan tiroid dan obat pengatur irama jantung, yang dapat mengurangi efektivitas obat atau memicu efek samping.

Bagi orang yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi pepaya, disarankan untuk mempertimbangkan kondisi kesehatan pribadi sebelum menjadikannya konsumsi rutin.