JAKARTA — Pendiri layanan Gue Temenin Jalan, Johanes David Gratias Pero (32), menilai rasa aman menjadi faktor utama yang harus dijaga agar pelanggan percaya dan nyaman menggunakan jasanya. Ia menyadari, menawarkan layanan menemani orang asing berjalan bersama bukan hal yang mudah karena kerap memunculkan rasa takut, khawatir, hingga prasangka negatif.
David mengatakan, membangun kepercayaan pelanggan merupakan tantangan tersendiri. Menurut dia, masih banyak orang yang ragu ketika mendengar ada jasa berjalan bersama orang yang belum dikenal.
“Memberikan rasa percaya ke klien itu cukup jadi tantangan. Jasa jalan sama orang asing ini pasti banyak orang yang takut ditipu atau mikir yang negatif,” kata David saat diwawancarai di Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (24/9/2025).
Keraguan itu, lanjut David, bahkan muncul sejak tahap awal pendaftaran. Calon pelanggan diminta mengisi formulir pendaftaran secara daring, tetapi sebagian merasa tidak yakin karena maraknya penipuan melalui tautan.
“Untuk mendaftar itu saya pakai formulir tautan online, ada beberapa orang yang tidak percaya karena banyak penipuan lewat tautan. Tapi saya selalu pastikan kalau tautannya aman,” ujarnya.
Selain pendaftaran, isu lain yang kerap menjadi perhatian calon pelanggan adalah mekanisme pembayaran, terutama terkait uang muka atau DP. David memahami kekhawatiran tersebut dan memilih menerapkan sistem yang fleksibel.
“Kendala lainnya ada di pembayaran DP karena mungkin klien takut ditipu juga, jadi kadang kalau memang ragu tidak masalah langsung bayar pas ketemu,” jelasnya.
Meski demikian, David menyebut ada pertimbangan pribadi untuk tetap meminta DP dalam kondisi tertentu, terutama bila jarak perjalanan untuk menjemput pelanggan cukup jauh. Menurut dia, DP menjadi tanda keseriusan pelanggan agar perjalanan penjemputan yang dilakukan tidak sia-sia.

