BERITA TERKINI
Peluang Bisnis Makanan Masih Menjanjikan, Ini Ragam Ide Usaha dari Camilan hingga Menu Berat

Peluang Bisnis Makanan Masih Menjanjikan, Ini Ragam Ide Usaha dari Camilan hingga Menu Berat

Bisnis makanan masih menjadi salah satu bidang usaha yang banyak diminati. Selain karena kebutuhan konsumsi yang terus ada, faktor rasa dinilai menjadi kunci utama agar usaha kuliner bisa bertahan dan berkembang.

Di Indonesia, peluang bisnis makanan juga disebut masih tinggi. Berdasarkan riset Statista, pendapatan bisnis makanan diprediksi meningkat hingga 10,79% sampai 2025. Dalam beberapa tahun terakhir, kemunculan berbagai bisnis makanan baru turut menggambarkan pasar yang terus bergerak dan terbuka untuk ide-ide segar.

Berikut sejumlah ide bisnis makanan yang dapat dijajaki, mulai dari kategori camilan hingga makanan berat.

Ide bisnis camilan atau makanan ringan

1. Brulee Bomb
Camilan yang belakangan populer ini memiliki bentuk menyerupai bitterballen dan bercita rasa gurih. Produk dapat dijual dalam versi siap santap maupun frozen. Brulee Bomb disebut mulai melejit saat Nagita Slavina memulai bisnis serupa, memicu rasa penasaran masyarakat. Bahan yang digunakan antara lain bawang bombay, bawang putih, smoked beef atau sosis, margarin, terigu, susu cair, dan keju mozarella.

2. Dessert box
Bagi yang memiliki keterampilan membuat kue basah seperti brownies, tiramisu, atau tart regal, dessert box dapat menjadi pilihan. Produk ini umumnya dikemas dalam wadah kaca atau plastik dan bisa dikreasikan dari sisi tampilan maupun rasa. Pemasaran dapat memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce.

3. Makaroni, basreng, dan aneka keripik
Camilan seperti makaroni pedas, basreng pedas, dan berbagai keripik dinilai memiliki pasar luas karena disukai beragam kalangan. Modalnya relatif tidak besar dan produknya mudah dikreasikan serta dijual.

4. Jajanan pasar
Di tengah tren makanan modern, jajanan pasar tradisional masih diminati dan sering hadir dalam snack box. Usaha dapat dijalankan dengan memproduksi sendiri atau mengambil dari pasar terdekat untuk dijual kembali.

5. Bomboloni
Bomboloni mirip donat, tetapi tidak berlubang di tengah dan biasanya diisi vla atau krim dengan berbagai rasa. Produk ini dapat dikembangkan dengan variasi isian serta menerima pesanan untuk momen tertentu, seperti ulang tahun.

6. Dimsum
Dimsum asal Tiongkok sudah lama populer di Indonesia dan kerap menjadi menu restoran. Produk dapat dijual dalam bentuk siap santap maupun frozen food. Beberapa jenis yang umum dijumpai antara lain siomay, bakpao, pangsit sup, angsio ceker, hakau, mantau, dan lumpia.

7. Soft cookies
Soft cookies memiliki tampilan seperti kue kering pada umumnya, tetapi bertekstur lembut di bagian dalam, sering dipadukan dengan saus cokelat atau vanilla. Tren membuat cookies sempat meningkat saat masa pandemi, meski prosesnya dinilai cukup rumit bagi pemula.

8. Salad buah
Salad buah dapat dipasarkan sebagai menu segar dengan penekanan pada kualitas buah yang digunakan. Umumnya disajikan dengan saus mayonaise dan keju parut. Produk juga bisa dibuat lebih spesifik, misalnya ditujukan untuk kebutuhan diet sehat.

Ide bisnis makanan pokok atau makanan berat

1. Makanan rumahan frozen
Makanan rumahan dalam bentuk beku menyasar konsumen dengan aktivitas padat, termasuk pekerja dan mereka yang tidak sempat memasak tetapi ingin menu rumahan. Produk cukup dipanaskan menggunakan microwave atau alat masak lain. Contoh menu yang disebut antara lain cumi asin pete, lidah cabe ijo, teri medan, nasi goreng, oseng mercon, ikan cakalang, dan menu rumahan lainnya.

2. Rice box
Rice box dinilai cocok untuk pekerja kantoran dan anak muda yang mencari makanan praktis dengan harga ekonomis. Pilihan lauk dapat bervariasi, misalnya ayam krispi sambal matah, dori, atau daging dengan variasi sambal, serta tambahan seperti telur.

3. Bisnis katering
Katering banyak dijalankan di area perkantoran, pemukiman pegawai, hingga kawasan kos, menyasar masyarakat yang sibuk dan minim waktu memasak. Sebagian katering juga menjadi langganan perusahaan untuk kebutuhan makan siang karyawan atau tamu kantor. Selain itu, muncul pula katering diet atau sehat seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap asupan makanan. Jenis usaha ini disebut memerlukan modal lebih besar, tetapi peluang keuntungannya juga lebih tinggi.

4. Makanan BBQ
Tren BBQ, termasuk konsep All You Can Eat (AYCE), disebut sedang naik daun. Umumnya pelanggan dapat makan sepuasnya dengan batas waktu sekitar 90 menit. Alternatif yang juga bisa dicoba adalah BBQ tanpa konsep AYCE, misalnya dengan sistem paket menu daging, sehingga pelanggan tidak dibatasi waktu dan dapat menyesuaikan anggaran.

5. Aneka sambal rumahan
Sambal menjadi pelengkap yang lekat dengan kebiasaan makan banyak masyarakat di Indonesia. Kondisi ini membuka peluang usaha sambal rumahan, termasuk menjual aneka sambal nusantara dalam kemasan botol, baik ukuran kecil maupun literan.

6. Makanan khas daerah
Keragaman budaya di Indonesia juga tercermin pada ragam kuliner daerah. Fokus pada makanan khas tertentu dinilai dapat membuka pasar yang besar. Contoh yang disebut antara lain gudeg (Jogja), kuliner Sunda, rumah makan Padang atau sate Padang, hingga Mie Aceh.

7. Makanan khas mancanegara
Selain menu lokal, makanan mancanegara juga memiliki tempat di pasar Indonesia. Contoh yang disebut meliputi jajanan Korea (K-Food Street), sushi Jepang, pizza Italia, pasta seperti mac and cheese, tom yum Thailand, hingga nasi kebuli dari Arab.

Terlepas dari jenis usaha yang dipilih, kualitas rasa, kebersihan, dan konsistensi produk menjadi faktor penting. Pemasaran melalui media sosial dan kanal penjualan online juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan konsumen.