BERITA TERKINI
Pegadaian Bagikan Tips Menghindari Penipuan Berkedok Rekrutmen di Era Digital

Pegadaian Bagikan Tips Menghindari Penipuan Berkedok Rekrutmen di Era Digital

Informasi lowongan kerja kini menyebar cepat dan masif di era digital. Namun, di balik kemudahan tersebut, risiko penipuan berkedok rekrutmen juga ikut meningkat. Oknum tidak bertanggung jawab bahkan kerap mencatut identitas figur publik maupun perusahaan besar untuk mengincar data pribadi atau uang calon korban.

Menanggapi maraknya kasus tersebut, Direktur Human Capital PT Pegadaian, Tribuana Tunggadewi, mengingatkan para pencari kerja agar lebih waspada terhadap rekrutmen palsu yang mengatasnamakan perusahaan.

“Informasi rekrutmen palsu perusahaan besar memang sangat banyak berseliweran, terutama di media sosial. Kami dari manajemen Pegadaian juga sangat mewanti-wanti masyarakat, khususnya calon karyawan agar waspada terhadap informasi rekrutmen yang mengatasnamakan Pegadaian. Pegadaian sendiri tidak pernah memungut biaya apapun selama proses rekrutmen, tidak bekerjasama dengan travel manapun, dan pastinya rekrutmen Pegadaian bisa di cek langsung di website resmi pegadaian.co.id, LinkedIN PT Pegadaian dan akun Instagram pegadaian_id,” ujar Dewi.

Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan pencari kerja untuk mengidentifikasi dan menghindari penipuan berkedok rekrutmen.

1. Cek sumber informasi
Perusahaan profesional umumnya mengumumkan rekrutmen melalui situs dan media sosial resmi. Jika informasi disampaikan lewat email, perhatikan penggunaan domain resmi, misalnya hrd@[namaperusahaan].co.id.

2. Abaikan jika diminta sejumlah uang
Rekrutmen yang sah tidak memungut biaya selama proses seleksi. Dalam beberapa kasus, penipu menggunakan modus biaya reservasi tiket pesawat atau hotel melalui agen travel fiktif, bahkan disertai janji penggantian biaya (reimbursement).

3. Perhatikan kualitas penulisan
Surat panggilan kerja dari perusahaan profesional biasanya disusun rapi dan detail. Pencari kerja perlu waspada jika menemukan banyak kesalahan ketik, penggunaan tanda baca seperti tanda seru atau huruf kapital berlebihan, format surat buram seperti hasil tempelan atau fotokopi, serta penggunaan foto seragam yang sudah tidak dipakai. Kejanggalan juga bisa terlihat dari logo perusahaan yang tidak wajar, misalnya logo lama, warna berbeda, atau bentuk melebar.

4. Riset lokasi dan kontak perusahaan
Penipu kerap mencantumkan alamat kantor yang tidak jelas atau fiktif. Verifikasi alamat melalui Google Maps dan cek nomor kontak menggunakan aplikasi pengecekan nomor telepon untuk melihat apakah nomor tersebut resmi atau terindikasi penipuan.

5. Jangan tergiur gaji yang tidak masuk akal
Waspadai tawaran gaji yang jauh di atas rata-rata pasar untuk posisi dengan pengalaman minimal. Menurut Dewi, angka besar sering digunakan untuk memancing korban agar mengabaikan logika.

6. Cermati proses seleksi yang terlalu cepat
Perusahaan profesional umumnya menerapkan beberapa tahapan seleksi, seperti administrasi, tes kemampuan teknis, psikotes, Leaderless Group Discussion (LGD), wawancara, hingga tes kesehatan, sesuai kebutuhan perusahaan.

Jika menemukan kejanggalan pada informasi maupun proses rekrutmen, pencari kerja diminta segera meningkatkan kewaspadaan agar terhindar dari penipuan. Untuk konfirmasi terkait informasi rekrutmen mencurigakan yang mengatasnamakan Pegadaian, masyarakat dapat menghubungi kanal informasi dan pengaduan resmi Pegadaian melalui Call Center 1500-569 atau WhatsApp PEVITA di nomor 0811-1-1500569.