Harga cabai di Pasar Tradisional Pharaa Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, mengalami kenaikan tajam dalam sepekan terakhir. Harga cabai dilaporkan menembus Rp130.000 per kilogram, seiring menipisnya pasokan dari daerah penghasil.
Salah satu pedagang cabai di Pasar Pharaa, Erni (31), mengatakan kenaikan terjadi pada sejumlah jenis cabai. Cabai besar disebut naik dari kisaran Rp100.000–Rp110.000 per kilogram menjadi lebih tinggi. Sementara cabai rawit kini berada di rentang Rp100.000–Rp110.000 per kilogram, meningkat dari pekan sebelumnya yang masih sekitar Rp90.000 per kilogram.
Adapun cabai keriting atau rica padang masih bertahan di level tinggi, yakni Rp110.000 per kilogram selama dua pekan berturut-turut.
Erni menuturkan, berkurangnya pasokan menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga. Menurutnya, pasokan cabai di pasar tersebut umumnya masuk dari Arso dan mulai menurun seiring masuknya musim kemarau. “Pasokan rica ini masuk dari Arso. Kemungkinan barangnya berkurang karena sudah mulai masuk musim kemarau, begitu juga dengan sayuran lainnya,” ujarnya di Pasar Pharaa Sentani, Senin (19/10/2026).
Ia memperkirakan harga cabai berpeluang turun hingga Rp75.000 per kilogram apabila pasokan dari wilayah Lereh dan Taja kembali masuk dalam jumlah besar.
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai. Sejumlah komoditas sayuran lain juga mengalami peningkatan akibat stok distribusi yang menipis. Tomat, misalnya, naik dari Rp15.000 menjadi Rp20.000 per kilogram. Sayur kol dijual Rp50.000 per kilogram, kentang Rp35.000 per kilogram, dan wortel naik menjadi Rp28.000 per kilogram.
Berbeda dengan komoditas tersebut, harga bawang merah dan bawang putih dilaporkan relatif stabil. Bawang merah berada di Rp60.000 per kilogram, sedangkan bawang putih Rp50.000 per kilogram.
Di sisi lain, aktivitas transaksi di Pasar Pharaa disebut ikut melambat. Kondisi ini juga dipengaruhi menurunnya daya beli masyarakat, serta maraknya pedagang keliling di luar kawasan pasar. Banyaknya penjual sayur di kompleks perumahan dan pinggir jalan membuat sebagian pembeli lebih jarang datang ke pasar.