PALU — Harga sejumlah bahan dapur di Kota Palu mulai merangkak naik menjelang bulan suci Ramadan. Kenaikan ini dinilai tidak semata dipicu meningkatnya permintaan masyarakat, tetapi juga dipengaruhi berkurangnya pasokan bahan pangan di tingkat lokal.
Staf Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pasar Masomba Kota Palu, Sumantri, mengatakan lonjakan harga pada momentum Ramadan merupakan fenomena yang rutin terjadi setiap tahun. Namun, berdasarkan pemantauan di Pasar Masomba, tingkat kunjungan masyarakat ke pasar tradisional disebut tidak mengalami peningkatan signifikan.
Meski demikian, beberapa komoditas mulai mengalami kenaikan harga. “Bahan dapur seperti cabai mengalami kenaikan harga, dari Rp 30.000 per kilogram, sekarang sudah sampai Rp 55.000 per kilogramnya, adapun harga tomat bervariasi, dari Rp 7.000 sampai Rp 10.000, tergantung kualitasnya,” ujar Sumantri saat ditemui di Pasar Masomba, Senin (9/1/2026).
Menurut dia, penurunan pasokan yang memicu kenaikan harga terjadi pada komoditas seperti cabai, tomat, dan hasil pertanian lainnya. Salah satu penyebabnya, kata Sumantri, adalah distribusi hasil panen ke luar daerah oleh para pemasok karena harga jual yang lebih tinggi dibandingkan pasar lokal.
“Salah satu yang menyebabkan kenaikan harga juga banyaknya permintaan dan pengiriman ke luar daerah,” tuturnya.

