BERITA TERKINI
PASMAK Solo Gelar Lomba Nasi Goreng untuk Dorong Pemberdayaan dan Peluang Usaha Perempuan

PASMAK Solo Gelar Lomba Nasi Goreng untuk Dorong Pemberdayaan dan Peluang Usaha Perempuan

Komunitas PASMAK (Pasukan Emak-emak) Kota Surakarta menggelar lomba memasak nasi goreng bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-2. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Surakarta, Minggu, 18 Oktober 2026.

Mengusung tagline “Nasi Goreng Emak Emang Enak”, lomba ini tidak hanya menjadi ajang adu keterampilan memasak, tetapi juga diarahkan untuk mendorong perempuan agar lebih berdaya dan produktif secara ekonomi.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang hadir dalam acara itu menyampaikan apresiasi atas inisiatif PASMAK. Ia juga menjanjikan juara pertama lomba akan diajak memasak bersama di dapurnya, yang kemudian akan dipublikasikan melalui media.

Dalam sambutannya, Astrid berharap kegiatan serupa dapat menjadi pintu masuk pengembangan potensi perempuan, termasuk melalui program pemberdayaan dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan. “Kita juga bisa berdaya, kita juga bisa menjaga diri dengan baik,” ujarnya.

Astrid turut membuka peluang kolaborasi antara PASMAK dengan Dewi Pertiwi, organisasi pemberdayaan perempuan tingkat Jawa Tengah yang diikutinya, untuk memperluas program pemberdayaan perempuan.

Komandan PASMAK, Chrisno Haribowo, mengatakan lomba tersebut merupakan bagian dari agenda rutin komunitas yang diselenggarakan hampir setiap bulan. Menurutnya, PASMAK kerap mengadakan berbagai kegiatan, mulai dari olahraga hingga aktivitas sosial, termasuk pernah memfasilitasi kegiatan terkait sertifikasi halal bagi para anggotanya.

Chrisno menjelaskan, rangkaian kegiatan itu dirancang agar para anggota memiliki ruang untuk berkumpul, mengembangkan potensi, dan melakukan aktivitas positif. Ia menambahkan, PASMAK juga ingin mendorong para anggotanya agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri.

Dukungan pembina PASMAK, Joko Sutrisno, yang memiliki pengalaman di bidang pariwisata dan kuliner, diharapkan dapat menjadi bekal bagi anggota yang ingin merintis bisnis. “Insyaallah, emak-emak nanti dari setiap kecamatan akan mencoba mendirikan usaha,” ungkap Chrisno.

Ia menekankan, peserta diharapkan tidak hanya berorientasi pada kemenangan, melainkan juga memiliki semangat untuk terus belajar. “Meski dapat piala maupun tidak, yang penting semangat untuk terus maju,” tegasnya.

Ketua panitia, Siswadji Atmodiwiryo, mengatakan nasi goreng dipilih sebagai menu lomba karena mudah dibuat dan akrab dengan keseharian para ibu. “Nasi goreng ini mudah dibuat. Dan tentunya para emak-emak ini sudah sangat paham, sehingga akan lebih mudah dalam pelaksanaannya,” katanya.

Meski sederhana, lomba tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan kreativitas yang dinilai berpotensi dikembangkan menjadi usaha kuliner.

Potensi ekonomi dari keterampilan memasak juga disoroti anggota DPRD Kota Surakarta, Mukarromah, S.Sos., M.I.Kom., yang turut menjadi juri bersama pelaku industri kuliner Fajar Adinata dan perwakilan sponsor. Mukarromah menilai kegiatan itu bukan hanya menghibur, tetapi juga memperlihatkan kemampuan serta kreativitas para ibu yang layak dikembangkan.

“Saya sangat mengapresiasi acara yang melibatkan emak-emak ini. Selain menghibur, hal ini juga menunjukkan kreativitas dari para ibu yang berkreasi dalam memasak nasi goreng,” ujarnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga kekompakan perempuan di Kota Solo semakin kuat.

Sebelum lomba dimulai, panitia menggelar seremoni perayaan HUT ke-2 PASMAK yang ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Astrid Widayani. Potongan tumpeng tersebut kemudian diserahkan kepada Chrisno Haribowo.