BERITA TERKINI
Ovidia Jalankan Usaha Kuliner Mandiri, Tangani Peran dari Koki hingga Konten

Ovidia Jalankan Usaha Kuliner Mandiri, Tangani Peran dari Koki hingga Konten

Memulai usaha sendiri tidak hanya soal memiliki produk untuk dijual, tetapi juga kesiapan menghadapi berbagai risiko. Hal itu dirasakan Ovidia setelah sekitar satu tahun menjalankan usaha kuliner secara mandiri.

Dalam tahap awal, Ovidia harus menangani banyak pekerjaan sekaligus. Ia belajar menjalankan peran sebagai koki, admin, pembuat konten, pengelola pesanan, hingga mengatur kebutuhan bahan.

Ovidia, pemilik Bravela Flavor Fix, mengatakan jumlah pesanan yang datang sejauh ini masih bisa ditangani sendiri. Menurutnya, pekerjaan dilakukan bertahap karena volume pesanan belum membuatnya kewalahan.

Meski begitu, ia menyadari situasi tersebut tidak akan selalu sama ketika usaha berkembang. Karena itu, kebutuhan membangun tim dan membagi pekerjaan mulai ia pikirkan untuk tahap berikutnya.

Pengalaman berwirausaha juga membuatnya memahami pentingnya kesiapan mental. Ovidia menilai calon pelaku usaha perlu menyadari bahwa proses membangun bisnis tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Ia sempat mencoba membuka usaha secara offline sebelum akhirnya kembali fokus pada sistem daring. Dari pengalaman itu, Ovidia menyimpulkan bahwa setiap model usaha memiliki konsekuensi dan kebutuhan yang berbeda.

“Membuka toko membutuhkan perencanaan yang lebih besar. Selain tempat, pelaku usaha harus memikirkan tenaga kerja, biaya operasional dan kesiapan produk setiap hari,” ujarnya dalam Obrolan Teras UMKM, Senin, 28 September 2026.

Untuk sementara, Ovidia memilih menjalankan penjualan melalui sistem daring dan berbasis pesanan. Pilihan itu dinilainya lebih sesuai dengan kondisi usaha yang masih dikelola sendiri.

Bagi Ovidia, tantangan lain adalah membangun usaha tanpa memiliki teman diskusi yang benar-benar bergerak di bidang yang sama. Ia mengaku banyak belajar dari pengalaman pelaku usaha lain meski bidangnya berbeda.

“Berdiskusi dengan sesama pelaku usaha dapat membantu seseorang memahami tantangan yang mungkin belum pernah dihadapi. Karena itu, calon pengusaha muda sebaiknya tidak terburu-buru mengambil keputusan besar,” jelasnya.

Ovidia juga menilai anak muda tidak harus langsung meninggalkan pekerjaan untuk memulai usaha. Menurutnya, usaha bisa dicoba secara bertahap sambil mengukur kesiapan dan kemampuan mengelolanya.

Ia menyarankan calon pelaku usaha menyusun perencanaan sebelum benar-benar terjun. Perencanaan tersebut dapat mencakup produk, sistem kerja, pemasaran, kebutuhan modal, dan target konsumen.

Selama menjalankan usaha, Ovidia justru menemukan berbagai keterampilan baru, mulai dari mengolah resep, mengatur produksi, hingga membuat konten. Ia menilai kemampuan mempelajari hal baru menjadi salah satu pencapaian penting selama berwirausaha.

“Bagi saya perkembangan diri tidak kalah penting dibandingkan hasil penjualan,” ungkapnya.

Pengalaman itu membuatnya semakin memahami bahwa perjalanan UMKM membutuhkan proses panjang. Keberanian memulai, menurutnya, perlu disertai kesabaran, evaluasi, dan kemauan memperbaiki kekurangan.

Ovidia berharap usahanya dapat terus berkembang tanpa kehilangan semangat berinovasi. Ia ingin setiap perkembangan yang dicapai menjadi hasil dari proses belajar dan keberanian untuk mencoba.