Bandung kembali menghadirkan inovasi kuliner yang menyasar anak muda. Salah satunya MRI, minuman rempah khas Nusantara yang dikemas dengan cita rasa lebih segar dan manis, sehingga lebih mudah diterima kalangan Gen-Z.
Berbeda dari persepsi jamu yang kerap identik dengan rasa pahit, MRI menawarkan pengalaman minum rempah dengan pendekatan yang lebih kekinian. Dengan tetap membawa karakter rempah Nusantara, minuman ini ditujukan bagi mereka yang ingin menikmati manfaat rempah tanpa harus berhadapan dengan rasa yang terlalu kuat.
Salah satu outlet MRI berada di kawasan Cibiru, tepatnya di depan Kampus 1 UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dari luar, outlet ini tidak terlalu mencolok. Namun, suasana di dalamnya dibuat nyaman dengan kursi kayu sederhana, musik santai, serta aroma jahe dan serai yang terasa dari area bar.
Supervisor Outlet MRI Cibiru, Tito, mengatakan MRI hadir untuk mengenalkan jamu rempah khas Nusantara kepada anak muda Bandung melalui rasa yang lebih segar dan manis. Selain itu, tempatnya juga disiapkan sebagai ruang untuk bersantai maupun mengerjakan tugas kuliah.
“Konsep kita sederhana, kita pengen ngenalin rempah-rempah Indonesia ke anak muda dengan cara yang lebih kekinian tapi khasiatnya kaya banget, jadi sehatnya dapet, rasanya juga enak, jadi nggak kapok kayak minum jamu pahit,” ujar Tito dalam wawancara pada 1 Oktober 2025.
Dari sisi menu, MRI menawarkan beberapa kategori minuman dengan fungsi berbeda. Pada Imun Booster Series, tersedia pilihan seperti Jahe Booster, Kunyit Booster, dan Kencur Booster. Selain itu, ada seri Mood & Energy Booster dengan varian seperti Es Bunga Telang yang memiliki warna biru alami, serta Kopi Rempah yang memadukan kopi dengan kayu manis dan jahe.
Untuk kondisi tubuh yang mulai kurang fit, MRI juga menyediakan kategori “Mulai Gak Enak Badan” dengan varian seperti Rempah Kencur, Rempah Jahe, dan Rempah Kunyit. Ada pula Rempah Alang yang memadukan akar alang-alang, daun mint, lemon, dan madu.
Dari segi harga, MRI menargetkan konsumen muda, terutama mahasiswa. Kisaran harga minuman berada di Rp12.000 hingga Rp20.000 per gelas.
MRI tidak hanya hadir di Cibiru. Saat ini, MRI disebut telah memiliki sembilan outlet di Bandung, yakni di Cibaduyut, Gegerkalong, Soekarno-Hatta, Antapani, Dipatiukur, Cimahi, Margahayu, Cibiru, dan Bojongsoang.
Salah satu pengunjung, Aura, mengaku kerap mampir ke outlet MRI di seberang Kampus 1 UIN Bandung setelah kuliah. Ia menyebut rasa minumannya lebih cocok dibanding jamu yang menurutnya pahit, dengan pilihan varian yang beragam dan harga yang terjangkau bagi mahasiswa.
“Aku tuh nggak suka jamu soalnya pahit, tapi MRI beda. Rasanya segar, manisnya pas, tetap ada rempahnya dan harganya juga masuk banget buat mahasiswa. Tempatnya juga nyaman buat nongkrong apalagi habis pulang kuliah badan lagi capek-capeknya, jadi moodbooster,” ujar Aura.
Di tengah tren hidup sehat yang berkembang di kalangan Gen-Z, MRI hadir menawarkan alternatif minuman rempah yang diklaim tetap berkhasiat, namun dengan rasa dan suasana yang disesuaikan dengan selera anak muda.

