BERITA TERKINI
Menekraf: FHI 2026 Dorong Akselerasi Ekspor Jenama Kuliner Lokal

Menekraf: FHI 2026 Dorong Akselerasi Ekspor Jenama Kuliner Lokal

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan penyelenggaraan Food and Hospitality Indonesia (FHI) 2026 menjadi ajang untuk mempercepat ekspor jenama lokal melalui pembinaan agar mampu bersaing di pasar global.

Riefky menilai prospek sektor kuliner dan keramahtamahan Indonesia cukup besar, terutama untuk pasar negara-negara Asia di kawasan regional serta negara-negara yang memiliki diaspora Indonesia dalam jumlah signifikan.

“Kami melihat prospeknya sangat bagus, terutama paling tidak kita bisa masuk negara-negara regional. Karena taste-nya hampir sama seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, itu kita bisa masuk. Kedua, masuk ke negara-negara yang diaspora Indonesia juga banyak, bisa menjadi ambasador kita untuk mempopulerkan dari produk-produk kita,” kata Riefky saat ditemui di acara FHI 2026 di Jakarta, Selasa.

Menurut Riefky, percepatan ekspor jenama Indonesia perlu disertai pendampingan agar pelaku usaha dapat menjangkau pasar internasional. Pendampingan itu mencakup pemahaman regulasi negara tujuan, akses pendanaan, perizinan, hingga peningkatan kualitas produk agar sesuai dengan segmen pasar yang dibidik.

Ia juga menekankan bahwa pameran FHI 2026 tidak hanya menargetkan investasi, tetapi juga mendorong pelaku usaha menjaga kualitas produk di tengah industri yang terus berkembang. Riefky menyebut kebutuhan dukungan setiap binaan berbeda, sehingga pendekatan pembinaan disesuaikan dengan kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan masing-masing.

Riefky menambahkan, FHI menjadi platform pertemuan jenama lokal dari industri restoran, kafe, dan hotel dengan ekosistem bisnis, baik melalui skema Business to Business (B2B) maupun Business to Consumer (B2C).

FHI 2026 dijadwalkan berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 21–24 Juli 2026. Dalam ajang tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) turut menyediakan lokasi bagi binaan program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK) melalui empat jenama pelaku kuliner untuk memperluas pasar.

Salah satu pelaku usaha binaan Kemenekraf yang berpartisipasi adalah El’s Coffee. Kepala Pemasaran dan Operasi PT Sari Alami El’s Coffee Group, Zulfadli, mengatakan FHI dapat membuka kesempatan bagi kuliner lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar hotel, kafe, dan restoran internasional sekaligus memperkenalkan kualitas produk Indonesia.

Zulfadli menyebut El’s Coffee membidik pasar China yang, menurutnya, hampir satu tahun terakhir telah menggunakan biji kopi dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan industri food dan hospitality di negara tersebut.

“Menurut kami, kami sudah cukup puas untuk bisa menjembatani kebutuhan mereka yang sebelumnya kita mereplace dari Vietnam dan Malaysia dan saat ini mereka full fill menggunakan kopi dari Robusta Lampung,” kata Zulfadli.

Ia berharap Kemenekraf dapat semakin menjembatani pegiat ekonomi kreatif agar masuk ke industri yang sesuai kebutuhan pasar serta mampu menjaga basis konsumen yang semakin variatif, khususnya di industri kopi.