Rasa rindu atau kangen yang berlebihan dan dipendam terlalu lama disebut dapat berdampak pada kondisi kesehatan mental, terutama meningkatkan risiko depresi. Ketika perasaan ingin bertemu muncul kuat dan sulit dikendalikan, sebagian orang dapat mengalami perubahan emosi yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dalam sejumlah kasus, menahan rindu terhadap orang tersayang—terlebih ketika berlangsung lama—dapat memicu keluhan seperti insomnia atau sulit tidur. Kondisi ini kemudian berpotensi berkembang menjadi masalah psikologis yang lebih serius bila tidak dikelola dengan baik.
Menurut informasi yang dikutip dari akun Instagram @sehatyuks.id, saat rindu melanda tubuh dapat menunjukkan respons fisik yang disebut mirip dengan gejala penarikan obat. Selain itu, beberapa penelitian juga menyimpulkan bahwa menahan rindu atau kangen dapat meningkatkan rasa cemas dan stres, yang pada akhirnya bisa berujung pada depresi.
Secara umum, rasa rindu muncul ketika dua orang yang memiliki ikatan batin dan kedekatan kuat harus terpisah jarak dalam waktu yang cukup lama. Kondisi keterpisahan ini kerap membuat perasaan kehilangan kedekatan menjadi lebih terasa.
Penelitian yang disebutkan oleh Scientific American juga menyatakan bahwa berada jauh dari orang yang dicintai dapat meningkatkan kecemasan, depresi, stres, serta memicu kesulitan tidur. Karena itu, mengenali gejala dan dampak rindu yang berkepanjangan dinilai penting agar tidak berkembang menjadi gangguan kesehatan mental.

