Mandalika Street Food Festival Volume 2 menghadirkan ragam kuliner khas Lombok dan produk ekonomi kreatif untuk pengunjung Grand Prix (GP) Indonesia 2026 di kawasan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
Dalam Bazaar Mandalika, sebanyak 20 tenan kuliner dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyajikan berbagai pilihan makanan, mulai dari serabi, sate merah Narmada, sate bulayak Suranadi, sate taichan, nasi balap Puyung, hingga nasi ayam sisit kecombrang, serta jajanan tradisional lainnya.
Pelaksana Tugas Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Ahmad Fajar mengatakan pengembangan kawasan Mandalika tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan ajang olahraga internasional, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang lebih lengkap dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Ia menjelaskan kegiatan ini mengusung konsep community-based tourism untuk memperkaya pengalaman wisata sekaligus memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat lokal.
Festival dimulai sejak Jumat (9/10) dan berlangsung pukul 14.00–22.00 WITA. Penyelenggara menargetkan lebih dari 15 ribu pengunjung domestik maupun mancanegara.
Menurut Ahmad, momentum balap motor internasional dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi kuliner dan kreativitas Lombok kepada wisatawan dari berbagai daerah dan negara. Selain makanan, sejumlah tenan juga menawarkan minuman kopi, serta produk kreatif dan gaya hidup ramah lingkungan dari antara lain Muna Gallery, Lombok Vanilla, I Love Mutiara, dan MiaMia Crochet.
Ahmad menambahkan, festival didukung Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui aktivasi gerai interaktif, penawaran cashback, serta program transaksi menggunakan sejumlah aplikasi bank tersebut.
Berbagai hiburan dari komunitas turut meramaikan acara, di antaranya Samalas Custom Show, Poundpose Lombok, Arti Drawing, Board Game, dan Pesta Timur. Pengunjung juga dapat mengikuti nonton bareng MotoGP, menyaksikan pertunjukan mixologist, live painting, face painting, permainan interaktif, serta penampilan DJ, band akustik, dan reggae selama festival.
Ahmad berharap kehadiran produk kuliner, karya kreatif, layanan digital, dan hiburan dalam festival ini dapat memperluas manfaat rangkaian kegiatan GP Indonesia 2026 bagi UMKM dan komunitas lokal, sekaligus memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi wisata terpadu.