Berawal dari rumah kontrakan sederhana di Banjarmasin pada 2020, Firli Norachim bersama istrinya, Ani Andriani, merintis usaha oleh-oleh khas Kalimantan Selatan melalui merek Mama Khas Banjar. Dengan memanfaatkan teknologi digital, keduanya kini mampu memperluas jangkauan produk hingga ke pelanggan di berbagai daerah.
Usaha tersebut dimulai dari tabungan emas senilai Rp5 juta di tengah situasi yang serba sulit. Saat masih bekerja sebagai karyawan, Firli dan Ani membagi waktu sepulang kerja untuk mengolah, mengemas, dan mengirim pesanan produk khas Banjar.
Seiring waktu, produksi ikan asin yang semula sekitar 20 kilogram per bulan meningkat menjadi 1–2 ton setiap bulan. Ragam produk juga bertambah, mulai dari abon ikan, amplang, sambal, sirup khas daerah, dodol, hingga aneka makanan beku.
Perkembangan bisnis turut terlihat dari skala usaha. Mama Khas Banjar kini memiliki dua outlet resmi dan mempekerjakan 17 karyawan, serta disebut menjadi salah satu pusat oleh-oleh modern khas Kalimantan Selatan.
Firli menilai digitalisasi menjadi faktor yang mempercepat pertumbuhan usaha. Setelah bergabung sebagai merchant GrabMart pada 2023, produk Mama Khas Banjar dinilai lebih mudah diakses pelanggan tanpa perlu datang langsung ke toko. Sistem pembayaran digital melalui QRIS OVO juga disebut membantu operasional menjadi lebih efisien karena transaksi berlangsung lebih cepat dengan notifikasi pembayaran real time, sehingga pencatatan keuangan lebih praktis.
Ketika permintaan meningkat, kebutuhan modal pun bertambah. Firli kemudian memanfaatkan GrabModal Mantul by OVO Finansial untuk memperkuat stok barang sekaligus mengembangkan produk baru, termasuk ikan asin kemasan yang ditujukan sebagai oleh-oleh khas Banjar. Ia menyebut tambahan modal membuat usaha lebih leluasa meningkatkan kapasitas produksi tanpa terbebani skema cicilan yang rumit, sementara sistem pembayaran harian membantunya tetap fokus mengembangkan bisnis.
Mama Khas Banjar juga tercatat pernah mengikuti program pendampingan UMKM “Kota Masa Depan: Berani Digital” yang digagas Grab, OVO, dan OVO Finansial. Berbekal pelatihan pengembangan usaha hingga pemanfaatan kecerdasan buatan, transaksi harian melalui GrabMart disebut meningkat hingga dua kali lipat.

