Makassar—Aliansi Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Fakultas Pertanian Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar menggelar aksi untuk menyampaikan aspirasi di lingkungan Fakultas Pertanian, Jumat (15/4).
Aksi tersebut dikoordinatori Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian, Harfis. Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta agar edaran kenaikan biaya kuliah di luar SPP dan BPP tidak diberlakukan karena dinilai memberatkan. Mereka juga menuntut agar struktur birokrasi fakultas diisi oleh pihak-pihak yang berkompeten.
Selain mendatangi fakultas, massa aksi juga menuju rektorat kampus. Mereka menyatakan keberatan karena menilai selama ini mahasiswa telah dibohongi terkait Program Studi ITP yang dijalani, yang disebut tidak pernah terdaftar di DIKTI. Mahasiswa juga menyoroti adanya nama-nama mahasiswa yang dinilai tidak terdaftar di forlap DIKTI.
Sementara itu, Pandu Winata, mahasiswa Fakultas Pertanian UIT, menyampaikan rencana mogok belajar pada Senin serta akan melakukan aksi di Kopertis. Ia menyebut langkah tersebut diambil agar pihak terkait mengetahui persoalan yang mereka anggap belum mendapatkan kejelasan, termasuk tudingan saling lempar tanggung jawab di internal kampus.

