BERITA TERKINI
Lima Ide Bisnis Kuliner yang Dinilai Menjanjikan di Tasikmalaya

Lima Ide Bisnis Kuliner yang Dinilai Menjanjikan di Tasikmalaya

Tasikmalaya, kota di Provinsi Jawa Barat yang berada di jalur utama selatan Pulau Jawa, dikenal dengan julukan Sang Mutiara dari Priangan Timur. Kota ini juga lekat dengan sebutan Kota Santri, terutama pada era sebelum 1980-an, karena banyaknya pondok pesantren yang tersebar di berbagai wilayah dan turut melahirkan tokoh perjuangan nasional Zainal Mustafa.

Di luar identitas tersebut, Tasikmalaya juga dikenal memiliki ragam kuliner yang diminati masyarakat. Salah satu kegiatan yang kerap menarik perhatian warga adalah bazar “Mambo Kuliner” yang digelar setiap malam minggu dan menyajikan beragam makanan, baik hidangan berat maupun ringan. Keramaian bazar ini dinilai mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap kuliner.

Seiring kuatnya budaya jajan dan banyaknya pilihan makanan, terdapat sejumlah jenis usaha kuliner yang disebut berpeluang menjanjikan di Tasikmalaya. Berikut lima rekomendasi yang kerap dijumpai dan diminati.

1. Seblak

Seblak merupakan makanan khas Sunda dari wilayah Parahyangan dengan cita rasa gurih dan pedas. Hidangan ini berbahan dasar kerupuk yang dimasak dengan bumbu seperti bawang putih dan kencur. Di Tasikmalaya, seblak masih menjadi salah satu primadona kuliner. Meski banyak warung seblak, peluang usaha dinilai tetap terbuka karena peminatnya tinggi.

Salah satu contoh pelaku usaha seblak datang dari Sintia, alumni Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus Tasikmalaya yang dibina oleh BSI Entrepreneur Center (BEC). Ia disebut telah membuka bisnis seblak dengan omzet mencapai Rp1,5 juta per hari.

“Waktu kuliah di Universitas BSI ada mata kuliah entrepreneurship yang menjadikan modal utama saya bagaimana membangun bisnis yang baik. Selain itu, lewat BEC dan beberapa seminar entrepreneur, membuat saya semakin termotivasi untuk menjadikan usaha ini lebih baik lagi dan semakin maju,” kata Sintia.

Koordinator BEC Universitas BSI Kampus Tasikmalaya, Recha Abriana Anggraini, menyampaikan apresiasi terhadap capaian tersebut. “Saya bangga dengan pencapaian yang diraih oleh Sintia, semoga kedepannya Sintia bisa lebih sukses dalam usahanya. Universitas BSI kampus Tasikmalaya, selalu berupaya untuk mencetak para pengusaha muda melalui binaan BEC,” ujarnya.

2. Cilok

Cilok adalah kudapan khas Sunda berbentuk bulat menyerupai bakso, berbahan tepung tapioka dan disajikan dengan pelengkap seperti sambal kacang atau sambal. Cilok dapat dikreasikan menjadi cilok goreng maupun cilok kuah. Di Tasikmalaya, salah satu varian yang dikenal adalah cilok goang.

Seperti seblak, cilok juga mudah ditemui di Tasikmalaya. Namun tingginya peminat membuat usaha ini tetap dinilai menjanjikan. Salah satu alumni Universitas BSI Tasikmalaya, Nizza, disebut menjalankan bisnis cilok sekaligus mengembangkan inovasi camilan lain berbahan dasar aci.

3. Bakso

Bakso merupakan makanan yang umum ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Meski demikian, bakso di Tasikmalaya disebut memiliki banyak peminat dan menjadi salah satu primadona kuliner. Karena permintaan yang tinggi, membuka usaha bakso di Tasikmalaya dinilai dapat menjadi pilihan untuk meraup keuntungan.

4. Mie ayam

Mie ayam juga termasuk makanan yang lazim dijumpai di Indonesia. Namun, di Tasikmalaya disebut cukup sulit menemukan mie ayam dengan cita rasa gurih manis seperti yang dikenal di Jawa Tengah. Kondisi ini dinilai dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha yang ingin menghadirkan mie ayam dengan karakter rasa tersebut sebagai alternatif pilihan kuliner di kota ini.

5. Kafe dan restoran

Selain makanan kaki lima dan jajanan, usaha kafe dan restoran juga masuk dalam daftar rekomendasi. Tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan kuliner, termasuk keramaian bazar akhir pekan, menjadi salah satu gambaran adanya ruang bagi pengembangan tempat makan yang menawarkan konsep dan menu beragam.