Memberi pupuk pada tanaman menjadi salah satu cara untuk mendukung pertumbuhan agar lebih subur. Salah satu pilihan yang bisa digunakan adalah pupuk kompos, yang dapat dibuat dari sisa bahan organik di dapur.
Menurut Home Guides SF Gate, kompos dapat membantu menyangga tanah yang bersifat alkali maupun asam. Kompos juga melepaskan nutrisi lebih lambat dibanding pupuk sintetis, serta menyediakan nutrisi makro dan mikro yang tidak tersedia secara sintetis. Selain itu, kompos dapat dibuat tanpa biaya.
Untuk menghasilkan kompos kaya nutrisi, ada empat unsur yang dibutuhkan, yaitu udara, air, karbon, dan nitrogen. Karbon berasal dari limbah cokelat dan menjadi sumber energi bagi mikroba untuk memecah bahan organik. Sementara itu, nitrogen dihasilkan dari limbah hijau dan memasok mikroba dengan protein. Udara dan air turut menjadi bagian penting yang mendukung proses pengomposan.
Proses pembuatan kompos membutuhkan waktu. Namun, bila terbiasa mengumpulkan sisa bahan dapur yang tepat, kompos dapat terkumpul dan dimanfaatkan untuk menyuburkan lingkungan secara organik.
Berikut langkah membuat kompos dari limbah dapur.
1. Menyiapkan tempat sampah kompos
Siapkan tempat sampah kompos dengan ukuran setidaknya 34 kaki kubik dan letakkan jauh dari rumah. Penempatan juga disarankan jauh dari hal-hal yang dapat menarik hewan pengganggu, seperti pengumpan burung dan pohon buah-buahan.
Kompos pada dasarnya dapat menarik perhatian hewan. Karena itu, tempat sampah kompos prefabrikasi umumnya dilengkapi tutup rapat serta jaring pada ventilasi udara untuk membantu menghalangi hewan masuk.
Jika menggunakan tempat sampah buatan sendiri, disarankan menambahkan perlindungan terhadap hama, misalnya tutup yang pas dan pembungkus kawat berukuran seperempat inci. Bagian bawah tempat sampah kompos juga dapat dilapisi sedotan setebal 1 inci.
2. Mengumpulkan limbah dapur
Siapkan wadah khusus di dapur untuk mengumpulkan limbah hijau yang layak dijadikan kompos.
Jenis sampah dapur hijau yang umumnya mudah menjadi kompos antara lain kulit telur, ampas kopi bekas, kantong teh, sisa sayuran, sisa buah, dan kulit kacang. Sementara itu, sejumlah bahan perlu disingkirkan karena tidak akan menjadi kompos, seperti kemasan makanan, tulang, atau limbah hewani lainnya.