BERITA TERKINI
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Padukan Kuliner dan Ruang Aktivitas

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Padukan Kuliner dan Ruang Aktivitas

Sebuah destinasi kuliner baru hadir di Kabupaten Pangandaran melalui Lamine Coffee & Bakery. Nama “Lamine” disebut terinspirasi dari bintang sepak bola Timnas Spanyol, Lamine Yamal. Usaha ini dikelola PT Hidayah Group dan tidak hanya menawarkan kopi serta aneka roti, tetapi juga membawa gagasan mengembangkan produk bakery yang ke depan ditargetkan bisa menjadi oleh-oleh khas Pangandaran.

Kehadiran Lamine Coffee & Bakery diperkenalkan lewat kegiatan soft launching pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Usaha ini menjadi bagian dari pengembangan bisnis PT Hidayah Group di KWB (Kawasan Wisata Badia) Pangandaran, setelah sebelumnya menghadirkan Playpad di kawasan yang sama.

Pengelola mengusung konsep yang memadukan kuliner dengan fasilitas penunjang aktivitas. Tempat ini dirancang bukan hanya untuk menikmati makanan dan minuman, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang berkumpul, bersantai bersama keluarga, mengadakan pertemuan, hingga mengisi waktu luang.

Owner PT Hidayah Group, Asep Imad Syarif, mengatakan peluncuran tersebut menjadi momen untuk memperkenalkan produk yang disiapkan bagi pengunjung. Ia menyebut Lamine Coffee & Bakery menyediakan sekitar 50 pilihan menu, mulai dari hidangan ringan, makanan berat, menu sarapan, hingga sajian makan siang.

“Launching menjadi kesempatan buat kami untuk mempromosikan sejumlah produk Lamine. Mulai dari kopi sampai bakery,” kata Asep, Sabtu (17/10/2026).

Selain makanan, pengunjung juga dapat memilih berbagai minuman seperti kopi, jus, smoothies, serta minuman berbahan matcha. Beragam produk bakery turut menjadi andalan yang diharapkan dapat menarik perhatian pencinta kuliner.

Di sisi lain, PT Hidayah Group melihat peluang untuk mengangkat potensi kuliner daerah melalui pengembangan bakery sebagai buah tangan khas Pangandaran. Asep menilai potensi pariwisata Pangandaran besar, sementara ruang pengembangan oleh-oleh ikonik berbasis bakery masih terbuka.

Karena itu, Lamine Coffee & Bakery berencana melakukan riset dan pengembangan produk agar dapat menghadirkan sajian yang diminati sekaligus memiliki identitas lokal yang kuat. “Kami melihat potensi panganan daerah ini belum memiliki oleh-oleh yang ikonik, khususnya di bidang bakery. Karena itu, ke depan kami akan melakukan riset dan pengembangan untuk menciptakan produk yang bisa menjadi oleh-oleh khas daerah,” ujarnya.

Selain fokus pada bakery, Lamine juga menawarkan pilihan makanan nusantara dan barat untuk menjangkau selera pengunjung yang beragam, baik masyarakat lokal maupun wisatawan.

Dari sisi harga, Leading Sector Bisnis HoReCa PT Hidayah Group, Raden Angga Muhamad Mudzakir, mengatakan produk di Lamine dipatok dengan rentang yang relatif terjangkau. “Untuk harga, kami mulai dari Rp30.000 sampai sekitar Rp100.000. Untuk minuman mulai Rp30.000, sedangkan makanan bisa di kisaran Rp100.000. Kami juga tetap memperhatikan kualitas produk yang disajikan,” kata Angga.

Pengelola juga menyiapkan fasilitas ruang pertemuan serta sarana olahraga untuk memperkuat konsep sebagai tempat yang dapat mengakomodasi kebutuhan kuliner sekaligus aktivitas sosial. Angga menilai lokasi yang strategis serta konsep dan suasana yang ditawarkan menjadi modal untuk mengembangkan Lamine Coffee & Bakery sebagai alternatif tujuan bagi masyarakat dan wisatawan di Pangandaran.

“Kami melihat dari sisi lokasi cukup strategis, kemudian dari sisi konsep dan suasana juga memiliki nilai tersendiri. Kami harap Lamine Coffee & Bakery tak hanya buat menikmati kuliner, namun juga bersosialisasi dan berolahraga,” pungkasnya.