BERITA TERKINI
Kopi Pinogu, Kopi Khas Gorontalo dari Kawasan Terisolasi dengan Cita Rasa Cokelat

Kopi Pinogu, Kopi Khas Gorontalo dari Kawasan Terisolasi dengan Cita Rasa Cokelat

Kopi Pinogu merupakan komoditas kopi khas Gorontalo yang berasal dari Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bolango. Kopi ini dikembangkan secara organik dan dikenal memiliki cita rasa yang khas.

Kecamatan Pinogu berada di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dan disebut sebagai salah satu daerah paling terisolasi di Provinsi Gorontalo. Ekosistem perkebunan kopi di wilayah ini tersebar di lima desa, yakni Pinogu Induk, Pinogu Permai, Tilonggibila, Bangiyo, dan Dataran Hijau.

Akses menuju Pinogu tidak mudah. Untuk mencapai kawasan ini, perjalanan dapat ditempuh dengan menyebrangi sungai dan hutan selama sekitar 8–10 jam berjalan kaki. Alternatif lain adalah menggunakan ojek motor dengan waktu tempuh sekitar 4–6 jam.

Kopi yang dihasilkan dari Pinogu banyak diminati pecinta kopi. Kualitas Kopi Pinogu disebut istimewa karena tumbuh subur pada ketinggian sekitar 300–400 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan informasi dari upland.psp.pertanian.go.id, Kopi Robusta Pinogu telah berkembang menjadi origin coffee di Indonesia. Mengacu pada hasil uji cita rasa Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) Jember, Kopi Robusta Pinogu memperoleh nilai uji antara 80,75–81,75 dan memiliki karakter rasa khas cokelat.

Di kawasan Pinogu, terdapat dua jenis kopi yang dikembangkan secara organik, yaitu robusta dan liberica. Dikutip dari gorontalo.antaranews.com, pengembangan kopi di wilayah tersebut pada awalnya didominasi jenis liberica yang dibawa Belanda pada 1875. Namun, upaya pengembangan liberica saat itu disebut gagal karena mendapat penolakan dari pemerintah Kerajaan Suwawa, penguasa wilayah setempat pada masa itu.

Pada 1970, pemerintah daerah kemudian berupaya membudidayakan kopi jenis robusta di wilayah tersebut dan berlanjut hingga kini.

Pada 2024, Kopi Robusta Pinogu tercatat menjadi salah satu peserta dalam Pameran Produk Indikasi Geografis yang digelar pada Sidang Majelis Umum ke-65 Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) di Jenewa, Swiss. Mengacu pada gorontalo.kemenkum.go.id, pameran itu dihadiri delegasi dari berbagai negara anggota WIPO serta pengunjung umum yang ingin mengenal produk unggulan dari berbagai belahan dunia.

Kopi Pinogu disebut sebagai komoditas andalan yang membuka peluang bagi Provinsi Gorontalo untuk terus mengembangkan sektor perkebunan kopi. Potensi ini dinilai dapat memberi manfaat bagi petani lokal sekaligus membuka kesempatan menjadikan kopi sebagai sumber pendapatan baru daerah, termasuk peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.