BERITA TERKINI
Kokoon Kuliner Nusantara Kokoon Hotel Banyuwangi Masuk Kalender Banyuwangi Attraction 2026

Kokoon Kuliner Nusantara Kokoon Hotel Banyuwangi Masuk Kalender Banyuwangi Attraction 2026

BANYUWANGI – Kokoon Hotel Banyuwangi kembali menggelar Kokoon Kuliner Nusantara (KKN) pada Sabtu (29/8/2026). Tahun ini, ajang tahunan tersebut resmi masuk dalam kalender Banyuwangi Attraction 2026.

Mengusung tema “Cita Rasa Autentik Lokal”, KKN menampilkan beragam kuliner khas Banyuwangi, mulai dari Sego Tempong, Ayam Kesrut, Nasi Campur Blambangan, hingga Rujak Soto. Acara juga diramaikan deretan stan UMKM, pertunjukan Tari Gandrung, drama kolosal, serta musik patrol.

General Manager Kokoon Hotel Banyuwangi, Weni Kristanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral sektor perhotelan dalam mendukung pariwisata daerah. Menurutnya, hotel tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga ruang interaksi budaya bagi wisatawan.

“Kami ingin hotel menjadi etalase budaya dan produk lokal Banyuwangi. Masuknya KKN ke dalam Banyuwangi Attraction 2026 menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus memberikan nilai tambah,” ujar Weni.

Weni menambahkan, komitmen tersebut juga diwujudkan melalui pertunjukan Tari Gandrung gratis yang rutin digelar setiap Selasa sore, agar tamu dapat mengenal warisan seni budaya lokal secara langsung.

Selain itu, Kokoon Hotel disebut turut memberdayakan produk UMKM lokal, seperti Klemben dan kopi, yang digunakan sebagai amenities di kamar tamu. Upaya ini ditujukan untuk memperluas ruang apresiasi bagi pelaku usaha kecil di Banyuwangi.

Inovasi lain yang dijalankan adalah program AADC (Ada Apa dengan Cokelat dan Ada Apa dengan Kopi) melalui kolaborasi dengan petani Gombengsari dan Dusun Kakao. Pada November mendatang, program tersebut direncanakan berlanjut dengan peluncuran “Ada Apa dengan Cheese” berbasis produk lokal.

Menurut Weni, hasil perkebunan lokal itu diolah dengan penyajian modern melalui konsep fine dining untuk meningkatkan nilai produk daerah. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas pihak agar kegiatan seperti KKN terus berkembang dan memberi dampak ekonomi bagi warga.

“Membangun pariwisata tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan butuh sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, UMKM, hingga seniman. Kami berharap KKN terus berkembang dan memberi dampak positif bagi perekonomian warga,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Hartono, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Kokoon Hotel. Hartono menilai kegiatan tersebut mampu menyinergikan promosi bisnis hotel dengan pemberdayaan UMKM lokal.

“Ini langkah luar biasa. Kokoon Hotel tidak hanya mempromosikan usahanya, tapi juga bergandeng tangan membantu mensinergikan program Pemkab Banyuwangi,” kata Hartono.

Hartono menegaskan Pemkab Banyuwangi siap melanjutkan kolaborasi untuk memperkuat sinergi demi meningkatkan kunjungan wisatawan. Ia menambahkan, di tengah efisiensi yang ada, sektor pariwisata tetap menjadi penggerak ekonomi daerah.

“Sektor pariwisata dampaknya bisa dirasakan langsung oleh semua lini masyarakat. Mari kita terus berkolaborasi memaksimalkan potensi kepariwisataan di Kabupaten Banyuwangi,” ujarnya.