Tahun 2025 menjadi periode yang dinamis bagi dunia kuliner Indonesia. Berbagai makanan viral bermunculan dan ramai diperbincangkan, terutama di kalangan generasi muda. Tren ini tidak hanya memancing rasa penasaran warganet, tetapi juga ikut mendorong lahirnya peluang usaha baru bagi pelaku UMKM di sejumlah kota.
Sepanjang tahun, media sosial seperti TikTok dan Instagram menjadi ruang utama lahirnya tren. Dari jajanan tradisional hingga dessert modern, menu-menu inovatif menyebar lewat konten kreator, ulasan singkat, dan antrean di gerai-gerai yang ikut terdorong oleh viralitas. Fenomena ini sekaligus mencerminkan perubahan pola konsumsi, serta strategi UMKM dalam memanfaatkan konten digital untuk promosi dan penjualan.
Tren awal 2025 ditandai oleh donat mochi. Produk ini menawarkan sensasi berbeda dari donat biasa melalui perpaduan tekstur kenyal dan empuk yang membuatnya terasa lebih mengenyangkan. Banyak konten kreator membagikan pengalaman mencicipi, dan antrean di beberapa gerai dilaporkan muncul sejak Januari hingga Februari 2025.
Di pertengahan tahun, perhatian publik kembali tertuju pada dunia donat. Pada pertengahan Juli, penyanyi Pinkan Mambo membuat donat yang memicu rasa penasaran warganet. Donat tersebut viral karena disebut memiliki rasa mirip odading serta dibicarakan karena harganya yang mahal, sehingga memunculkan perbincangan luas dan menarik minat masyarakat untuk mencicipi.
Masih di pertengahan tahun, bolu ketan hitam keju lumer menjadi salah satu makanan yang ramai diburu. Rasanya yang legit dan tampilan menarik membuat banyak konten kreator mengunggah pengalaman mencicipi di TikTok dan Instagram. Tren ini mendorong sejumlah UMKM rumahan dan kafe kecil memproduksi varian bolu ketan hitam kreatif, dipasarkan baik secara online maupun offline, dan membuka peluang usaha baru.
Tak hanya makanan manis, tren bercita rasa asin juga menguat. Dimsum goreng hingga dimsum bakar menjadi produk yang banyak diminati dan dikembangkan pelaku usaha. Dimsum goreng dikenal dengan tekstur renyah di luar, isian gurih, serta lelehan keju di dalam. Sementara dimsum bakar menarik perhatian lewat aroma khas proses pembakaran dan saus yang meresap.
Menjelang akhir tahun, Cickuroll atau gulungan ayam renyah muncul sebagai jajanan urban yang berkembang dari layar gawai ke sudut-sudut kota. Makanan ini disorot karena rasa gurih, tekstur crunchy, dan saus pedas manisnya. Sejumlah UMKM memanfaatkan tren ini untuk membuka gerai kecil atau layanan pesan antar, meski tak sedikit pula yang hadir sebagai jajanan jalanan sekaligus materi konten digital.
Dari tren jajanan gurih, perhatian kemudian bergeser ke produk bakery. Salt bread tetap bertahan sebagai tren roti yang konsisten diminati dan terus berevolusi. Roti asin khas Korea dan Jepang ini populer sejak 2024, namun eksistensinya tidak meredup meski banyak tren bakery baru bermunculan. Salt bread dibuat dari adonan tipis beroles mentega yang digulung dan ditaburi garam kasar, menghasilkan tekstur renyah buttery di luar serta sedikit liat berongga di dalam.
Di Jakarta, Little Salt Bread disebut sebagai pelopor yang kemudian diikuti bakery lain seperti Fleur dan Bakerman. Kreasi salt bread juga berkembang, termasuk perpaduan dengan croissant, dan terus ramai di media sosial.
Menjelang penghujung tahun, tren kuliner viral merambah olahan berbahan ikan premium melalui salmon candy. Makanan ini dikenal sebagai potongan daging salmon yang diolah dengan teknik pengawetan manis melalui marinasi gula dan garam, menghasilkan tampilan mengilap serta tekstur lengket. Tren ini kembali viral setelah food vlogger Farida Nurhan membagikan proses pembuatan salmon candy di TikTok, memicu rasa penasaran warganet terhadap kombinasi rasa manis seperti permen dengan sensasi gurih.
Salmon candy disebut telah lama populer di luar negeri, khususnya wilayah Pacific Northwest, dan awalnya digunakan sebagai metode pengawetan ikan secara tradisional. Hasil akhirnya menyerupai dendeng dengan tekstur kering, sedikit liat, namun tetap kaya protein. Kandungan omega-3 pada salmon juga disebut tetap terjaga meski melalui proses marinasi dan pendinginan. Di Indonesia, banyak konten kreator mencoba membuat versi rumahan dan membagikan prosesnya, sementara sebagian warga mulai memasarkan produk ini melalui marketplace sebagai menu unik berbahan ikan premium.
Di akhir tahun, tren lain yang mencuat justru mengarah pada pilihan yang lebih sehat dan sederhana, yakni sarapan kukusan. Menu seperti jagung, ubi, singkong, pisang, talas, hingga labu rebus ramai diperbincangkan di media sosial dan dinilai lebih sehat, ringan, serta praktis sebagai alternatif sarapan dibanding menu berminyak. Popularitasnya juga mendorong kemunculan banyak penjual di berbagai kota dengan harga terjangkau, yang berawal dari TikTok dan Instagram sebelum berkembang menjadi peluang usaha UMKM.
Kukusan dipilih karena prosesnya sederhana tanpa tambahan gula maupun garam. Meski minim olahan, menu ini dinilai tetap bergizi dan selaras dengan gaya hidup sehat. Tren tersebut bahkan mendapat perhatian Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, yang menilai fenomena ini mencerminkan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap pola makan sehat.
“Itu banyak di TikTok saya lihat jutaan yang viral, saya senang. Lebih banyak makan-makanan sehat, sarapan sehat," kata Menkes.
Rangkaian tren kuliner sepanjang 2025 memperlihatkan besarnya peran media sosial dalam membentuk selera sekaligus membuka peluang usaha. Dari makanan viral yang memancing antrean hingga menu sehat yang sederhana, kreativitas pelaku kuliner terus menciptakan ruang pertumbuhan bagi UMKM di berbagai daerah.

